TAK ADA TATIB ATUR PRESIDEN HARUS HADIR

TAK ADA TATIB ATUR PRESIDEN HARUS HADIR[1]

 

 

Jakarta, Bisnis Indonesia

Wakil Ketua MPR Syarwan Hamid menegaskan kehadiran Presiden Soeharto dalam Rapat Pandangan Umum belum ada ketentuan yang mengaturnya dalam tata tertib sidang.

“Harus ada tata tertib yang harus dibahas lagi. Dan lagi, sekarang ini media komunikasi maju, seseorang untuk mengetahui sesuatu tidak harus hadir secara fisik. Lihat di televisi jelas, titik koma, tepuk tangan bisa ditangkap dan didengar,” ujarnya kemarin.

Ketua FPP Yusuf Syakir sebelumnya mengatakan bahwa Pak Harto perlu hadir saat pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap pidato pertanggungjawaban Presiden/Mandataris MPR agar Pak Harto mengetahui secara langsung tanggapan masing­-masing fraksi.

Syakir menambahkan akan lebih baik lagi bila Presiden hadir dalam Sidang Komisi C yang khusus membicarakan tentang pidato pertanggungjawaban Presiden/Mandataris MPR, sehingga terjadi diskusi untuk mendapatkan umpan balik secara gamblang dalam pembahasannya.

Sementara itu Ketua DPR/MPR Harmoko menegaskan Presiden akan mendengarkan semua yang disampaikan fraksi, sehingga tidak perlu hadir dalam pertanggungjawaban.

Usulan kehadiran Presiden dalam pandangan umum anggota dewan diserahkan sepenuhnya kepada fraksi untuk tata tertib MPR di SU MPR masa mendatang. (Tim Bisnis).

Sumber: BISNIS INDONESIA (03/03/1998)

____________________________________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 171-172.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.