TAJUK RENCANA : TERIMA KASIH DAN DOA RESTU

TAJUK RENCANA : TERIMA KASIH DAN DOA RESTU[1]

 

Jakarta, Suara Pembaruan

SETELAH melalui hari-hari berkabung dengan sikap yang penuh ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, Jumat malam pekan lalu, Presiden Soeharto menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya dan penghargaan yang setinggi­-tingginya atas segala penghormatan dan budi baik rakyat Indonesia kepada almarhumah Ibu Negara, Ibu Tien Soeharto. Dengan suara yang bergetar namun tetap tegar, Presiden mengatakan,

“Kami sekeluarga diliputi duka cita yang sangat dalam.”

“Namun, beban batin yang sangat berat itu..” ujar Presiden,

“terasa menjadi lebih ringan oleh limpahan rasa belasungkawa dan simpati dari berbagai kalangan, golongan dan lapisan masyarakat luas yang ditunjukkan kepada saya dan keluarga saya.”

Presiden menegaskan, dapat merasakan ketulusan hati segenap lapisan masyarakat yang telah mengantar perjalanan akhir almarhumah Ibu Tien Soeharto mulai dari rumah duka di Jalan Cendana, Jakarta sampai ke tempat pemakaman Astana Giribangun di Solo.

Atas semua itu Presiden menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya dan penghargaan yang setinggi-tingginya.

Ucapan terima kasih dan penghargaan itu kemudian disusul Presiden dengan memohonkan keikhlasan masyarakat memaafkan almarhumah atas segala perbuatan, tutur kata atau tindak tanduk semasa hidup almarhumah yang tidak berkenan di hati. Dan, Presiden mohon doa restu seluruh rakyat Indonesia untuk melanjutkan sepenuh-penuhnya tugas kenegaraan yang dipercayakan di atas pundaknya.

DARI sambutan ikut berduka cita yang begitu spontan dari masyarakat atas kepergian Ibu Negara, rasanya tidak ada kesimpulan yang dapat diambil kecuali almarhumah memang dekat di hati masyarakat. Dan, dalam sambutan spontan itu melekat apresiasi yang tinggi terhadap jasa-jasa dan amal baik almarhumah selama hidupnya, yang disertai doa semoga ibadah almarhumah diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Selanjutnya dengan permohonan Presiden agar seluruh rakyat memberi doa restu kepada beliau untuk melanjutkan tugas-tugas kenegaraan, maka masyarakat akan menyaksikan lagi kesibukan Pak Harto sebagai kepala negara dan pimpinan pemerintah RI. Yang cukup banyak menjadi bahan pembicaraan setelah wafatnya Ibu Tien Soeharto adalah siapa yang seyogyanya mendampingi Presiden sebagai pengganti almarhumah pada upacara atau kesempatan di mana Presiden memerlukan pendamping?

INDONESIA belum punya tradisi atau konvensi dalam kasus seperti itu. Tetapi, dari pembicaraan publik terungkap keinginan agar kekosongan yang ditinggalkan almarhumah diisi oleh putri sulung Presiden, Nyonya Siti Hardiyanti Rukmana (Mbak Tutut). Keinginan itu cukup beralasan. Karena kalau kita menyimak pengalaman pemimpin India almarhum Jawaharlal Nehru, misalnya ia selalu didampingi oleh putrinya Indira Gandhi pada peristiwa atau upacara-upacara yang memerlukan pendamping almarhum Jawaharlal Nehru.

Dengan memperhatikan kasus India dengan almarhum pemimpinnya Jawaharlal Nehru, barangkali dapat disimpulkan keinginan yang berkembang di masyarakat agar Nyonya Siti Hardiyanti Rukmana menggantikan ibundanya sebagai pendamping Pak Harto, mempunyai sandaran tradisi atau konvensi yang cukup kuat. Kita percaya Presiden Soeharto menjadikan keinginan masyarakat itu sebagai masukan.

NAMUN, keputusan akhir tentu terletak di tangan Presiden. Dan, pengambilan keputusan tersebut sesuai dengan langgam kepemimpinan Pak Harto akan beliau pertimbangkan semasak-masaknya agar pelaksanaan keputusan berjalan sebaik­-baiknya. Sementara itu, dari sudut Mbak Tutut, maka dengan menimba pengalaman ibundanya dari dekat selama ini rasanya tidak meleset dugaan ia mampu mengemban peran tersebut.

Sumber : SUARA PEMBARUAN (04/05/1996)

__________________________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 807-808.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.