TAJUK RENCANA: KUNJUNGAN MUHIBAH KE PNG DAN JEPANG

TAJUK RENCANA: KUNJUNGAN MUHIBAH KE PNG DAN JEPANG

SIANG kemarin Presiden Soeharto tiba di Port Moresby, untuk memulai kunjungan kenegaraan di Papua Nugini selama tiga hari. Kunjungan Kepala Negara ini adalah merupakan kunjungan yang pertama kalinya terjadi di Papua Nugini. Ini membuktikan betapa dekat dan akrabnya Papua Nugini bagi Indonesia, yang merupakan negara tetangga di bahagian selatan.
Kunjungan muhibah selama tiga hari ini, merupakan pula kunjungan balasan kepada PM M. Somare yang telah pula berkunjung ke Indonesia di tahun 1977. Kunjungan muhibah yang bersejarah ini hendaklah pula dilihat dari usaha memantapkan hubungan bilateral kedua negara, di samping juga membicarakan masalah-masalah regional dan internasional.
Selama hubungan Indonesia dengan Papua Nugini berjalan dengan amat baik sekali, meskipun ada usaha-usaha dan rintangan yang ingin melihat retaknya hubungan itu. Namun perasaan antara kedua bangsa dan saling pengertian yang ada dapat menyisihkan rintangan-rintangan kecil yang dapat menganggu hubungan kedua negara.
Indonesia dalam setiap kesempatan berusaha untuk dapat membantu Papua Nugini, di dalam mengembangkan sektor-sektor produksinya, di antara lain dengan bantuan-bantuan teknik, misalnya dalam pengembangan pertanian dan perikanan. Disamping itu akan dijajagi pula usaha untuk memajukan perdagangan antara kedua bangsa.
Dalam kesempatan kunjungan Presiden Soeharto tidak pula mustahil bahwa masalah-masalah pengembangan kerjasama di bidang eksplorasi minyak juga akan disinggung.
Kedudukan Papua Nugini di kawasan negara kepulauan yang bertumbuh di Pasifik Selatan, membuat kedudukan Papua Nugini semangkin penting. Papua Nugini dalam hal ini dapat memainkan peranan sebagai jembatan antara ASEAN dan Regionalisme di kawasan Pasific Selatan yang mulai bertumbuh. Dalam hubungan ini maka kunjungan Presiden Soeharto ke Papua Nugini akan punya makna sendiri pula pada Forum Pasifik Selatan.
Dalam kesempatan petjalanan Presiden Soeharto ke luar negeri, beliau juga akan mengadakan kunjungan ketja ke Jepang. Kunjungan kerja ke Jepang ini dilaksanakan menjelang diadakannya konperensi negara-negara industri di Tokyo.
Jelas Presiden dalam kesempatan ini akan mendapatkan penjelasan dari pihak Jepang, peranan yang dapat dimainkan Jepang dalam menjembatani kepentingan negara-negara berkembang dengan negara maju.
Tampaknya PM Ohira dalam kesempatan ini akan juga meyakinkan Presiden Soeharto bahwa meskipun hubungan-hubungan dengan Cina telah dibuka, Jepang tidak akan melupakan ASEAN.
Terus terang saja, selama ini terdapat kerisauan bahwa Jepang akan meninggalkan Asia Tenggara, karena terbukanya Cina dengan potensi yang begitu besar, baik di dalam penyediaan bahan mentah maupun sebagai pasar bagi Jepang.
Patut pula disinggung bahwa sebelum kunjungan kerja Presiden Soeharto ke Jepang, kepala-kepala pemerintahan negara ASEAN telah pula berkunjung ke Jepang. Kerisauan yang ada di Asia Tenggara ini, patut sekali ditanggapi Jepang sampai berapa jauh commitment Jepang terhadap ASEAN. Situasi Asia Tenggara yang me-royan dengan pelbagai macam masalah, pasti akan merupakan pula topik pembicaraan antara Presiden Soeharto dengan PM Ohira.
Dari hal-hal yang dikemukakan di atas, maka jelas sekali kunjungan muhibah Presiden Soeharto ke Papua Nugini dan Jepang mempunyai arti yang besar di dalam menggalang solidaritas negara berkembang di samping memantapkan hubungan bilateral antara masing-masing negara.
“Kita berdoa semoga kunjunganketja yang di mulai di negara tetangga di Selatan itu berjalan sukses”. (DTS)

Jakarta, Suara Karya
Sumber: SUARA KARYA (05/06/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 73-75.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.