TAHUN 2003, SERATUS PERSEN DESA INDONESIA DIALIRI LISTRIK

TAHUN 2003, SERATUS PERSEN DESA INDONESIA DIALIRI LISTRIK[1]

 

Zimbabwe, Antara

Pemerintah Indonesia kini tengah mengupayakan pengadaan listrik “satu juta rumah” melalui program tenaga surya bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan.

Itu diharapkan bisa mempercepat terwujudnya program pemerintah untuk memberikan listrik kepada semua penduduk, sehingga pada tahun 2003 seluruh desa di Indonesia ( 100 persen) sudah mendapatkan aliran listrik, kata Presiden Soeharto dalam sambutannya pada World Solar Summit (WSS) yang dibacakan oleh Menteri Pertambangan dan Energi Ida Bagus Sudjana, Senin.

WSS di Zimbabwe berlangsung dua hari (16-17/9/96) dan akan ditutup dengan pernyataan bersama dari 83 negara anggota, atau yang dikenal dengan “Kesepakatan Deklarasi Harare”.

Draft Deklarasi Harare itu sebelumnya telah mendapatkan bahasan penuh dari 16 negara anggota komisi, termasuk Indonesia dan Malaysia.

Menurut Presiden Soeharto, penyediaan aliran bagi satujuta rumah atau sekitar 10 persen dari jumlah desa yang belum dilistriki, dengan total kapasitas 50 megawatt itu, dilaksanakan secara bertahap, dan diharapkan selesai pada akhir Pelita VII.

Pemerintah Indonesia mempunyai komitmen penuh terhadap pelaksanaan WSS di Zimbabwe ini, karena sebagai negara berpenduduk padat (lebih dari 200 juta orang) otomatis ak:an diikuti dengan kebutuhan energi yang terus meningkat pula.

Konsumsi energi primer termasuk minyak, gas bumi, batubara, tenaga air, dan panas bumi pada akhir 1995 telah mencapai 510 juta setara barel minyak (Sbm).

Penggunaan energi konvensional terus meningkat dan jika tidak dilakukan penghematan pada gilirannya ak:an terkuras habis.

Sampai kini banyak penduduk di pedesaan belum menikmati saluran listrik karena berbagai kendala seperti medan yang sulit dijangkau oleh PLN, mahalnya biaya pemasangan, atau lantaran tidak ekonomisnya pemasangan di suatu tempat tertentu karena kecilnyajumlah penghuni.

Untuk menanggulangi kendala tersebut, mak:a penggunaan energi surya menjadi alternative utama guna mewujudkan program pemerintah melistriki 100 persen penduduk di Indonesia.

Mereka yang tinggal di pedesaan juga harus diperhatikan, jangan sampai sudah 51 tahun merdeka mereka belum mendapatkan aliran listrik sebagaimana yang dinikmati oleh penduduk di wilayah perkotaan.

Untuk menciptakan itu, pemerintah akan berupaya memberikan subsidi melalui pemberian kredit berbunga rendah dengan jangka wak:tu pengembalian tertentu.

Menyinggung adanya pinjaman dari pihak luar dalam usaha melistriki pedesaan, dikatakan bahwa bila pinjaman itu tidak mengikat dan pada tingkat bunga rendah maka tidak menjadi masalah. Kendati demikian, sebaiknya memanfaatkan pula kredit murah yang ada di dalam negeri.

Sumber : ANTARA (18/09/1996)

_________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 428-429.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.