TAHUN 1986, ORMAS DIHARAPKAN LEBIH BERKONSENTRASI PADA PEMBINAAN UMATNYA

TAHUN 1986, ORMAS DIHARAPKAN LEBIH BERKONSENTRASI PADA PEMBINAAN UMATNYA

 

 

Kehidupan keagamaan tahun 1986 ini, diperkirakan lebih cerah dibanding tahun 1985 lalu yang sebagian di antaranya terbagi karena perdebatan masalah nasional, terutama penetapan Pancasila sebagai satu-satunya asas.

Menteri Agama H. Munawir Sjadzali seusai menghadap Presiden Soeharto di Bina Graha hari Senin menambahkan, dengan hampir rampungnya seluruh ormas keagamaan menetapkan Pancasila sebagai satu-satunya asas, diharapkan ormas dapat lebih berkonsentrasi pada pembinaan umat masing­masing.

“Dengan suasana demikian diharapkan tidak ada ganjalan-ganjalan, apalagi menjelang Pemilu 1987 ini.” katanya.

Menjawab pertanyaan pers, menteri menilai, suasana kehidupan politik sekarang ini tidak berarti merupakan upaya untuk mendepolitisasikan umat Islam.

Ditegaskan, negara Indonesia merupakan bentuk final dari perjuangan seluruh bangsa Indonesia, termasuk umat Islamnya. Sila pertama dari Pancasila sendiri merupakan formulasi daripada etika kenegaraan yang ditentukan dalam ajaran Islam yang cocok dengan Indonesia.

“Sehingga masalahnya bagi ormas sekarang adalah bagaimana mengisinya, yaitu melalui usaha-usaha non politis, seperti melalui bidang pendidikan dan dakwah,” tambahnya.

Peradilan agama

Kepada Presiden, menteri melaporkan pula hasil Farum III Ikatan Ahli­ahli Hukum Syariah. Diharapkan Lebih Pembinaan Umatnya Asia Tenggara yang telah berlangsung di Colombo, Sri Lanka, 16-21 Desember lalu. Forum tersebut antara lain memandang, sistem peradilan agama di Indonesia hendaknya diperlakukan sebagai suatu model yang perlu dianut oleh negara anggota lainnya.

Dilaporkan pula perkembangan proyek kompilasi hukum Islam yang dilakukan bersama Mahkamah Agung. Sampai saat ini proyek tersebut berlangsung lancar berkat partisipasi para ulama. Juga disampaikan rencana rapat I Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia pada pertengahan Januari ini. (RA)

 

Jakarta, Kompas

Sumber : KOMPAS (07/01/1986)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku VIII (1985-1986), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 370.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.