TADJUK RENTJANA : SAMBUTAN

TADJUK RENTJANA : SAMBUTAN [1]

 

Djakarta, BeritaYudha

Kalau takut di air pasang djangan berumah di tepi pantai. Kami kemukakan ini sebagai peringatan dan nasehat berharga dari orang2 tua, supaja kita sebelum melangkah, sebelum berbuat sesuatu, sebelum menetapkan sesuatu, sebelum menerima sesuatu, terlebih dahulu telah memperhitungkan dan telah mempersiapkan diri untuk menghadapi rasa puas dan ketjewa, kritik dan pudjian, harapan dan sebagainja.

Artinja sebelum melangkah, diri sudah dilengkapi dengan niat dan tekad. Terutama langkah memasuki arena politik haruslah disertai dengan niat dan tekad serta kejakinan bahwa langkah jang dilakukan itu adalah langkah jang benar dan disertai oleh iktikad baik untuk menampung segala sambutan untuk membuktikan ataupun untuk menjempurnakan kebenaran itu. Sebab arena politik mempunjai gelombang pasang jang lebih banjak tingkahnja dan lebih sukar memperkirakannja dari pada pasang di tepi pantai samudera.

Begitu pula halnja dengan penjegaran DPR-GR baru2 ini tentu akan mendapatkan alunan dari gelombang pasang, baik dari dalam negeri ataupun dari luar negeri. Arena politik adalah arena apriori, bahkan lebih dari itu, arena politik adalah arena nachoda terbaik jang bernavigasi di daratan.

Ber-matjam2 sambutan akan diberikan terhadap penjegaran DPR-GR ini sebagai Lembaga Demokrasi keseluruhan, begitu pula terhadap kwalitas dan integritas personalianja setjara orang demi orang. Kalau sebelum melangkah diri tidak dilengkapi dengan tekad dan niat, kelapangan dada dan keteguhan hati akan bisa hilang melihat atau mendengar sambutan jang aneka ragam waktu memasuki arena nanti.

Sambutan diarena politik berkisar pada setudju, berharap, menunggu dan tidak setudju, jang bersumber kepada mengerti, belum mengerti, tidak mengerti dan memang tidak mau mengerti. Jang bisa menggalahkan kaki, kalau memasuki arena politik itu tanpa niat dan tekad, adalah sambutan dari jang berharap, jang menunggu dan dari jang tidak setudju.

Tetapi kalau kita sudah terlebih dahulu memperhitungkan sumber dari sambutan itu, jaitu bahwa sumbernja adalah belum mengerti, tidak mengerti dan tidak mau mengerti, dapat pulalah sambutan itu dihadapi dengan lapang dada setjara tepat dan tegas. Jang belum mengerti dan jang tidak mengerti berilah pengertian dengan utjapan, tetapi lebih baik lagi dengan sikap amal dan perbuatan.

Jang sulit adalah jang memang tidak mau mengerti, karena dia hanja bisa dibuat mengerti kalau kemauan dan keinginannjalah jang diikuti. Kalau kemauan dan keinginannja itu tidak dituruti, apapun jang dilakukan akan selalu disambutnja dengan sambutan atau issue2 jang destruktip.

Tidak ada langkah atau perbuatan jang sekaligus sempurna se-gala2nja, tidak ada gading jang tidak retak, tetapi jang tidak mau mengerti akan selalu menggunakan keadaan itu untuk menampilkan segala hantu dan setan untuk menghantjurkan kata bahan dan keteguhan hati menghadapi issue2 jang dilontarkannja itu.

Dari pada mereka jang dari semula sudah tidak mau mengerti, karena dasar kepentingan dan tudjuan memang berlainan, tidak bisa diharapkan sambutan jang spontan, objektip, korektip dan konstruktip.

Maklumlah sambutan dari mereka jang merasa kalah, gagal dan ketjewa.

Oleh sebab itu kami katakan tadi, djusteru karena kami gandrung bahwa sesudah penjegaran ini (walaupun belum melalui pemilihan umum), DPR-GR akan dapat membuktikan mulai pulihnja demokrasi Pantjasila di Indonesia, kami memperingatkan DPR-GR keseluruhan sebagai Lembaga, para anggota sebagai jang akan dinilai kwalitas dan kapasitasnja, bahwa kalau takut di air pasang, djangan berumah di tepi pantai.

Sebab menurut pengalaman, pengetahuan dan ukuran konvensionil satu hal jg unik dan paradok2si tlh terdjadi di Indonesia ini, jaitu bahwa kepada ABRI, kepada militer ditugaskan dan dipertjajakan untuk memulihkan kemurnian demokrasi.

Ini akan sukar dapat dimengerti oleh mereka jang tidak mengenal dan oleh sebab itu tidak mengerti djiwa dan mission Pradjurit Sapta Marga. Text book thinking tentang tugas militer digabungkan kepada text book thinking tentang politik dan demokrasi, tentu akan sukar dapat dibawa mengerti dan menerima bahwa Pradjurit Sapta Marga sebagai militer adalah djustem pembela dan pendukung demokrasi.

Apalagi kalau jang belum dan jang tidak: mengerti ini disirami pula oleh jang memang tidak: mau mengerti dengan issue2, seperti “disguised militerism”, atau “militerism” dsb.nja djelaslah bahwa DPR­-GR jang disegarkan ini harus melengkapi dirinja sebagai Lembaga ataupun sebagai anggota dengan kepertjajaan kepada diri sendiri dan kemurnian niat dan tekad, agar tidak terpantjing kepada reaksi2 emosionil oleh sambutan dan isue dari mereka jang memang tidak: mau mengerti itu, baik dari dalam negeri ataupun dari luar negeri.

Bapak Pedjabat Presiden di dalam pidato sambutannja pada waktu pelantikan sudah memperingatkan dan mempersiapkan DPR terhadap berbahajanja issue2 itu bagi keserasian dan bagi ketentraman perkembangan hidup demokrasi kita. Rakjat menugaskan dan mempertjajakan kepada ABRI untuk memulihkan demokrasi.

Tentu sadja pada tahap transisi ini, di mana ABRI masih dalam tahap pelaksanaan tugas itu, sementara kemurnian itu belum pulih, kegiatan ABRI tampak menondjol, jaitu kegiatan seragam ABRI jang membawa mission memulihkan demokrasi, bukan membawa mission militerrisme.

Jang harus diperhatikan adalah mission-nja, bukan pakaian dari jang ditugaskan membawa mission itu. Pengertian ini kami sampaikan kepada jang belum dan kepada jang tidak: mengerti. Jang memang tidak mau mengerti tentu tidak akan bisa dibuat mengerti, ketjuali kalau kita mau mengikuti kehendak dan kemauannja.

Tetapi kami jakin amal-perbuatan serta prestasi DPR-GR beserta anggotanja sendirilah nanti jang akan bisa membungkam issue2 dari jang memang tidak: mau mengerti itu. Berilah bukti prestasi itu. (DTS)

Sumber: BERITA YUDHA (16/02/1968)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 19-21.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.