Tadjuk Rentjana: PEROBAHAN STRUKTUR ABRI

Tadjuk Rentjana:

PEROBAHAN STRUKTUR ABRI [1]

 

Djakarta, Kompas

Pada hari Sabtu, Presiden Soeharto jang baru sadja tiba kembali dari Irian Barat berbitjara selam 3 djam dengan Kas Hankam Letdjen Soemitro dan Pangad Djenderal Panggabean.

Kedua perwira tinggi itu tidak memberikan keterangan mengenai isi pembitjaraan. Namun rasanja dapat diduga, pembitjaraan berkisar soal pelaksanaan Keputusan Presiden Republik Indonesia no. 132 th 1967 tentang “Perobahan Pokok2 Organisasi dan Prosedur Bidang Pertahanan-Keamanan”.

Perobahan struktur ABRI dan perobahan personalia pimpinan ABRI untuk melaksanakan keputusan no.132 itu tampaknja akan diumumkan oleh Presiden Soeharto pada Hari ABRI 5 Oktober nanti.

Pokok2 perobahan struktur itu sudah pernah diumumkan. Intisarinja, ABRI akan mengenal susunan hirarki Menteri Panglima Angkatan Bersendjata (Pangad), Kepala Staf Pertahanan-Keamanan (Kas Hankam).

Hankam dibantu oleh 4 Deputy masing2 untuk bidang strategi dan operasi, bidang pembinaan-administratif, bidang chusus dan bidang pengawasan. Sebutan Panglima Angkatan dirobah mendjadi Kepala Staf Angkatan.

Apabila diteliti pertimbangan2nja, maka perobahan struktur itu untuk menjesuaikan dengan pelaksanaan UUD 1945 setjara murni. Ia bertudjuan pula untuk mendjamin integrasi dan kekompakan ABRI jang lebih mantap dan efisiensi.

Pengalaman masa lampau menundjukkan, Angkatan2 jang tidak kompak mudah dimasuki unsur2 dari luar jang tidak sesuai dengan kedudukan dan fungsi ABRI sebagai pendjamin keamanan bangsa, negara dan UUD 1945.

Karena itu penjempurnaan struktur ABRI sesuai dengan kemurnian UUD dan peladjaran dari pengalaman, kita sambut baik.

Penjempurnaan struktur ABRI menurut Keputusan Presiden no. 132 terutama bertudjuan menjempurnakan kemampuan militer sebagai pendjamin keamanan bangsa, negara dan UUD 1945. Terutama penjempurnaan struktur militer dalam melaksanakan fungsi pertahanan dan keamanannja.

Namun demikian, kita menaruh harapan tinggi bahwa penjempurnaan struktur itu akan berakibat baik pula untuk menertibkan fungsi sosial-politik militer. Agar dipenuhilah sorotan dan koreksi masjarakat terhadap akses2 dalam melaksanakan fungsi jang kedua itu.

Apabila struktur berobah, biasanja berubah pula personalia. Dari segi inilah kita menanggapi akan adanja beberapa perubahan personalia. Suatu kewadjaran untuk menjesuaikan diri dengan perubahan struktur. Ditambah mungkin untuk memenuhi ketentuan djangka waktu tugas seorang Panglima Angkatan.

Adalah wadjar, apabila masjarakat mengikuti proses perubahan itu. dasarnja ialah karena dinegeri kita kini ABRI memegang peranan penting. Tidak sadja sebagai kekuatan pokok pertahanan-keamanan tapi djuga sebagai peserta aktif dalam kehidupan sosial.

Kita berkepentingan agar perubahan struktur itu bisa memantapkan disiplin militer jang lebih tangguh baik dalam bidang pertahanan-keamanan maupun dalam bidang sosial.

Kita berkepentingan, agar perubahan struktur itu mempertinggi kemampuan ABRI mendjamin keamanan dan pertahanan Negara, memantapkan stabilitas politik atas dasar rule of law dan dengan itu mendorong terus berkembangnja proses demokrasi dinegeri kita. (DTS)

Sumber: KOMPAS (29/09/1969)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 388-389.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.