SWASEMBADA BBM BERARTI MEMPERKUAT KETAHANAN EKONOMI

SWASEMBADA BBM BERARTI MEMPERKUAT KETAHANAN EKONOMI

PRESIDEN SOEHARTO :

Presiden Soeharto menegaskan , swasembada bahan bakar minyak (BBM) berarti memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

Dengan selesainya kilang minyak Cilacap, maka ketergantungan Indonesia dari kilang minyak luar negeri berakhir. Karena itu Kepala Negara mengajak, "marilah kita terus bekerja keras, meningkatkan disiplin nasional dan meningkatkan kemampuan agar kita dapat terus maju mengejar kesejahteraan bersama."

Dalam amanatnya ketika meresmikan selesainya pembangunan perluasan Kilang Minyak Cilacap, Jateng, Kamis, Presiden mengemukakan, 2 kilang minyak lainnya yakni di Dumai dan Balikpapan dewasa ini sedang dalam penyelesaian.

Perluasan kilang minyak Cilacap itu mampu menghasilakan 200.000 barrel sehari, dua kali kemampuan kilang minyak lama yang berkapasitas 100.000 barrel per hari. Investasi untuk perluasan kilang minyak Cilacap itu mencapai sekitar satu milyar dollar Amerika.

Presiden dan lbu Tien Soeharto, tiba di pelabuhan udara Tunggul Wulung, Cilacap, dengan menggunakan pesawat Pelita Dash-7 bersama Menteri Sekretaris Negara Sudharmono, Menteri Pertambangan Subroto, Menmuda Sekretaris Kabinet Murdiono, Menmuda Urusan Peningkatan Produksi Dalam Negeri Ginanjar Kartasasmita dan Pangab Jendral TNI LB. Murdani.

Dalam amanatnya Presiden mengatakan, kita bertekad untuk membangun dengan kekuatan sendiri. Ini berarti kita harus menggerakan segala kemampuan kita baik kemampuan ekonomi maupun kemampuan manusia.

Disiplin Nasional

Ditegaskan, pembangunan kemampuan manusia sangat menentukan keberhasilan pembangunan. Pengalaman bangsa-bangsa lain membuktikan bahwa dengan kemauan keras, disiplin nasional dan kemampuan manusia yang tinggi mereka dapat menjadi bangsa yang maju ekonomi dan tingkat kesejahteraannya walaupun hanya memiliki sedikit kekayaan alam.

Sebaliknya, pengalaman bangsa lain juga membuktikan, bahwa tanpa kerja keras, tanpa disiplin nasional dan tanpa kemampuan manusianya, maka kekayaan alam yang berlimpah ruah tidak dapat mereka manfaatkan untuk kesejahteraan.

Karena itu Kepala Negara mengajak "marilah kita terus bekerja keras, meningkatkan disiplin nasional dan meningkatkan kemampuan agar kita terus maju mengejar kesejateraan bersama."

"Kita bersyukur, karena kita memang sedang bergerak kearah itu. Makin hari makin banyak tenaga putera Indonesia sendiri yang mampu menangani pekerjaan besar dalam pembangunan ini, yang makin memiliki ketrampilan tinggi, yang makin menguasai teknologi rumit. Semua ini merupakan modal besar yang akan menjamin kelanjutan dan peningkatan pembangunan nasional", kata kepala negara.

Salah satu bukti dikemukakan Presiden, lebih dari tanggal 9.000 tenaga Indonesia ikut membangun perluasan kilang ini, disamping 200 tenaga asing.

Kelestarian Alam

Setelah mendengar laporan bahwa pembangunan kilang Cilacap ini juga memperhitungkan kelestarian alam Presiden mengajak semua pihak yang bertanggung jawab dan yang menangani pelaksanaan pembangunan proyek besar, agar dalam membangun industri selalu menunjukkan rasa tanggung jawab untuk menjaga kelestarian kemampuan lingkungan.

Kepada pihak Pertamina Kepala Negara minta agar perluasan kilang tersebut dapat benar-benar menggerakkan kegiatan dan pembangunan masyarakat sekitarnya dan sebaliknya jangan sampai mematikan kehidupan para nelayan yang ada di sekitar daerah Cilacap.

Dikatakan, perlu juga dijaga agar lingkungan Pertamina tetap menjadi bagian dari lingkungan masyarakat sekitarnya.

"Pertamina adalah perusahaan milik negara, dan karena itu milik masyarakat. Tetapi pebaliknya semua pihak dan masyarakat saya minta tidak memberikan beban-beban yang berlebihan kepada Pertamina yang mengakibatkan kenaikan biaya bagi Pertamina" kata Presiden.

Mampu Ekspor BBM

Menteri Pertambangan dan Energi Subroto dalam sambutannya mengemukakan, perluasan kilang Cilacap mcrupakan rangkaian pembangunan kilang di dalam negeri. Selain Cilacap, di bangun pula kilang minyak di Balikpapan dan Dumai.

Dengan selesainya kilang-kilang minyak itu, pada akhir Pelita VI dan awal Pelita IV bukan saja kebutuhan minyak dalam negeri tercukupi, tetapi bahkan dapat mengekspor.

Disebutkan, kebutuhan BBM dalam negeri meningkat dalam dasawarsa 1970an, kenaikan kebutuhan minyak 14% tetapi setelah ditempuh kebijaksanaan penganekaragaman penggunaan energi, pemakaian BBM menurun. Selesainya berbagai proyek PLTA diharapkan sangat mengurangi penggunaan BBM.

Kilang Terbesar

Sementara itu, dalam laporannya Dirut Pertamina Drs Yudo Sumbono mengemukakan, perluasan kilang minyak Cilacap telah dimulai sejak tahun 1980.

Minyak mentah yang diolah di kilang Cilacap berasal dari lapangan minyak Arjuna sebanyak 160.000 barel per hari dan dari Attaka sebanyak 40 ribu barrel per hari.

Kilang baru tersebut berkapasitas 200 ribu barel per hari, sedang kilang lama berkapasitas 100 ribu barrel per hari, sehingga keseluruhan mampu menghasilkan 300 ribu barrel per hari.

Kilang minyak Cilacap yang merupakan kilang terbesar di Indonesia itu menghasilkan LPG, naphta, minyak tanah, minyak disel, minyak bakar dan aspal.

Untuk menyalurkan produksi, dermaga di Cilacap diperbesar hingga mampu disandari kapal berukuran 85 ribu ton. Penyaluran darat dengan pipa ke timur mencapai Yogyakarta, dan ke barat dan utara mencapai Bandung dan Cirebon.

Peresmian kilang minyak itu ditandai upacara penekanan tombol oleh Presiden Soeharto yang segera disusul bunyi panjang sirene, dan dilanjutkan penandatanganan prasasti. (RA)

Jakarta, Suara Karya

Sumber : SUARA KARYA (1983)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VII (1983-1984), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 340-342.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.