SUZUKI: PENINGKATAN HUBUNGAN ANTARA JEPANG DAN INDONESIA, SYARAT MUTLAK KESTABILAN DAN KEMAKMURAN ASIA

SUZUKI: PENINGKATAN HUBUNGAN ANTARA JEPANG DAN INDONESIA, SYARAT MUTLAK KESTABILAN DAN KEMAKMURAN ASIA

Perdana Menteri Jepang Zenko Suzuki mengatakan bahwa sebagai negarawan ia selalu memperhatikan dengan serius perkembangan hubungan dengan Indonesia yang merupakan salah satu negara sahabat terpenting bagi Jepang.

PM Suzuki mengatakan hal itu dalam pidatonya pada jamuan santap malam kenegaraan yang diselenggarakan Presiden Soeharto di Istana Negara untuk menghormati tamu negara dari Jepang itu yang tiba di Jakarta, Sabtu siang, untuk kunjungan sampai 13 Januari di Indonesia.

PM Suzuki mengatakan, peningkatan hubungan antara Jepang dan Indonesia tidak hanya bermanfaat bagi kepentingan kedua negara tetapi juga merupakan syarat mutlak bagi kestabilan dan kemakmuran Asia.

Dalam hubungan ini, Kepala Pemerintahan Jepang itu gembira menyaksikan bahwa berkat usaha dan perhatian Presiden Soeharto, hubungan kerjasama antara kedua negara kini berkembang baik, meliputi bidang ekonomi, politik, kebudayaan dan pendidikan.

Perdana Menteri Jepang itu mengemukakan bahwa "kita tidak boleh puas hati hanya dengan keadaan sekarang ini, tetapi harus melanjutkan usaha bersama untuk meningkatkan lagi hubungan antara kedua negara ke arab pembinaan hubungan kerjasama baru yang berdimensi lebih tinggi."

Menurut Suzuki, syarat mutlak bagi pembinaan kelangsungan hubungan kerjasama baru ini adalah semata2 hubungan manusia dati hati ke hati berdasarkan atas prinsip saling mempercayai.

Kita seharusnya meningkatkan lagi usaha kita bersama untuk memperdalam saling pengertian melalui kerjasama bidang kebudayaan dan pertukaran manusia. Dengan kesadaran akan pentingnya peranan kebudayaan, Suzuki telah memutuskan baru2 ini menyusun program untuk pengkajian regional ASEAN guna meningkatkan kerjasama di bidang kebudayaan dan pendidikan tinggi.

Semangat "WA”

PM Jepang mengatakan bahwa ia sudah lama menyaksikan solidaritas Indonesia dalam melakukan usaha pembangunan negara yang terdiri dari banyak pulau besar kecil dengan pelbagai suku bangsa dan kebudayaan dan cara hidupnya.

Ia menyatakan sudah lama mengenal istilah musyawarah. Sebagai politisi yang menjunjung tinggi semangat "WA" atau semangat harmoni, serta menganut kebijaksanaan "WA" ia selalu tertarik pada semangat musyawarah yang terkenal sebagai tradisi khas bangsa Indonesia.

Dengan semangat "WA" ini dicita2kan kemajuan dinamis dengan menghormati dan menyesuaikan secara positip posisi2 dan pendapat2 berbeda serta menolak kompromi yang kurang matang, kata Suzuki. Ia merasa adanya titik persamaan antara kedua semangat ini.

Ketahanan Nasional

Suzuki menghargai setinggi2nya prestasi gemilang usaha peningkatan ketahanan nasional yang kini dilaksanakan dengan giat di Indonesia.

Indonesia sebagai anggota ASEAN memainkan peranan positif untuk meningkatkan solidaritas dan kemakmuran di kawasan ini yang aneka ragam. Prestasi ASEAN selama ini, kata PM Jepang itu, di bidang peningkatan solidaritas dan ketahanan regional itu berkaitan dengan hasil usaha Indonesia yang mengagumkan dalam meningkatkan kesatuan dan persatuan bangsa dengan mengindahkan keaneka ragaman.

Suzuki yang berusia 70 tahun itu yakin bahwa masa depan ASEAN mengandung harapan besar. Ia mengharapkan, walaupun sengketa bersenjata masih berkobar di salah satu bagian Asia Tenggara, namun dalam waktu dekat yang tak terlalu lama diharapkan semua negara di kawasan ini dapat bekerjasama sebagai tetangga yang baik untuk perdamaian dan kemakmuran bersama.

Jepang dan Indonesia seharusnya bahu membahu sekarang menyerukan kepada negara2 Asia dan di seluruh dunia semangat musyawarah dan semangat "WA", demikian PM Jepang Suzuki mengakhiri pidatonya. (DTS).

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA(11/01/1981)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 7-9.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.