SUNTIKAN DANA JAMSOSTEK AKAN PERTAHANKAN BUNGA KPR

SUNTIKAN DANA JAMSOSTEK AKAN PERTAHANKAN BUNGA KPR[1]

 

Jakarta, Antara

Suntikan dana yang dikelola Jamsostek senilai Rp l triliun bagi pembangunan perumahan sederhana diharapkan akan mempertahankan bunga KPR sehingga beban masyarakat tidak bertambah, kata Menpera Akbar Tanjung di Istana Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu.

Menpera setelah melapor kepada Wapres Try Sutrisno menjelaskan, sumber dana KPR pada saat ini adalah dana masyarakat, KLBI dan Depkeu.

Bunga KLBI dan Depkeu bisa dipertahankan, namun bunga dana masyarakat inilah yang kemungkinannya naik akibat gejolak moneter saat ini, katanya.

“Saya berharap sebenarnya bunga KPR dipertahankan namun dengan pertimbangan obyektif-realistis bisa saja bunga KPR itu naik karena kian mahalnya dana masyarakat.” katanya.

Dana yang dikelola Jamsostek itu akan disuntikkan ke BTN sebagai penyalur KPR.

“Mudah-mudahan dana itu bersama dengan dana KLBI, Taperum serta dana BTN sendiri akan mampu mempertahankan bunga KPR.” kata Menpera.

Selain itu, kata Menpera, pihaknya akan berupaya dengan berbagai cara guna mempertahankan bunga KPR itu agar beban masyarakat konsumen perumahan tidak menjadi lebih berat.

Presiden Soeharto Rabu pagi menyetujui usul Menaker Abdul Latief mengenai penggunaan dana yang dikelola Jamsostek itu senilai Rp 1 triliun.

Kepada Wapres, Menpera melaporkan akibat gejolak moneter saat ini sekitar 50 persen pengembang mengalami kondisi stagnan (tidak aktif, Red).

Namun, dengan berbagai cara dana untuk pembangunan perumahan kini mulai mengalami titik terang. Diharapkan pada saat mendatang, pembangunan perumahan pulih kembali.

Akbar Tanjung kepada Wapres melaporkan mengenai kegiatan dalam rangka Hari Habitat Sedunia pada 27 Oktober di Indonesia.

Acara itu akan dimulai pada 24 Oktober yang diisi dengan pameran perumahan serta penampilan sejarah pembangunan perumahan. Pacta 25 Oktober, Wapres akan meresmikan secara simbolis 34 ribu perumahan yang dibangun pengembang pemerintah, swasta dan koperasi di kawasan Jabotabek.

Peresmian acara itu dipusatkan di Parung Panjang, Tangerang, Jabar. Wapres dan sejumlah menteri akan menuju Parung Panjang dengan kereta api dari Stasiun Tanah Abang.

Pada acara puncak, 27 Oktober, di Istana Negara, Presiden Soeharto akan menganugrahkan penghargaan kepada lembaga dan pribadi yang berjasa mengembangkan pembangunan perumahan. Selain itu, Presiden akan membuka seminar nasional membahas masalah perumahan itu.

Sumber : ANTARA (22/10/1997)

________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 447-448.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.