SUMBANGAN KRISIS MONETER DIBATALKAN

SUMBANGAN KRISIS MONETER DIBATALKAN[1]

 

Jakarta, Media

Menteri Keuangan (Menkeu) sejak 19 Mei 1998 membatalkan ketentuan yang mewajibkan pegawai negeri menyumbang sebagian gaji pokoknya untuk menanggulangi dampak sosial krisis moneter. Pembatalan itu tertuang dalam Surat Edaran Ditjen Anggaran No.87/A/631/0598 dan No.88/A/631/0598.

Siaran pers Depkeu yang diterima Media menyebutkan, dengan pembatalan itu maka semua langkah yang telah dilakukan Ditjen Anggaran Depkeu serta instansi terkait dalam rangka pengumpulan sumbangan tersebut juga telah dihentikan.

“Dengan adanya kebijakan ini maka pegawai negeri tidak lagi dikenakan kewajiban memberikan sumbangan untuk membantu menanggulangi dampak sosial krisis moneter.”

Siaran pers yang ditandatangani Pjs Karo Hukum dan Humas Depkeu, Hadiyanto, menyebutkan bahwa dengan demikian surat edaran Ditjen Anggaran sebelumnya, yaitu nomor SE-75/A/631/0598 dan No.SE-76/A/631/0598 tanggal 1 Mei 1998 tidak berlaku lagi.

Padahal surat edaran itu sebelumnya dikeluarkan sebagai tindak lanjut antara lain surat Menko Wasbang/PAN tanggal 14 Apri 1998 No.15/MK.WASPAN/4/1998.

Kedua surat edaran yang hanya berumur 18 hari ini, mengatur tentang kriteria pejabat yang diminta menyumbang, besarnya sumbangan, dan tata cara pelaksanaan pemotongan sumbangan pegawai negeri untuk penanggulangan dampak sosial krisis moneter.

Bagi eselon I dan pejabat lain yang menerima tunjangan jabatan minimal Rp.400.000 dikenakan sumbangan wajib 15% dari gaji pokoknya. Sedang bagi pejabat eselon I dan pejabat lain yang menerima tunjangan jabatan sama atau kurang dari Rp.400.000 dikenakan sumbangan wajib 10% dari gaji pokok.

Hasil pemotongan gaji pokok tersebut rencananya dihimpun oleh KPKN di seluruh Indonesia. Pada setiap awal bulan berikutnya oleh Kantor Pusat Ditjen Anggaran diteruskan ke rekening Mensos pada BRI Cabang Kramat Jakarta dengan nomor rekening 31-01-1739.8. (NB/B-3)

Sumber : MEDIA INDONESIA (25/05/1998)

_________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 779-780.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.