SUMBANGAN DARI YANG MAMPU POSITIF DAN PERLU DITIRU

SUMBANGAN DARI YANG MAMPU POSITIF DAN PERLU DITIRU[1]

 

Jakarta, Suara Karya

Kalangan DPR berpendapat, sumbangan dari mereka yang mampu kepada yang kurang mampu dalam situasi krisis saat ini sangat positif dan merupakan langkah yang baik sebagai sikap empati terhadap keprihatinan rakyat. Tetapi, yang diperlukan saat ini adalah kerja keras di bidang masing-masing serta menggunakan waktu secara maksimal.

Demikian dikemukakan Ketua MPR/DPRH Harmoko, Wakil Ketua MPR/DPR Syarwan Hamid dan Wakil Ketua MPRJDPR Ismail Hasan Matereum kepada wartawan di Jakarta, Selasa (17/3). Mereka secara terpisah diminta komentarnya sehubungan dengan disumbangkannya gaji Presiden dan Menteri Kabinet Pembangunan VII sebagai upaya merasakan keprihatinan rakyat di tengah krisis moneter.

Ketua MPR/DPR H Harmoko mengatakan, jika hal itu memang dilakukan Presiden dan para Menterinya, maka itu suatu langkah yang baik.

“Tetapi, itu tergantung Presiden dan para Menterinya.” ujarnya.

Sedang untuk DPR sendiri menurut Harmoko, tergantung dari para anggota.

“Jadi kalau anda menanyakan bagaimana dengan DPR, pimpinan Dewan secepatnya akan mengadakan rapat. Kemudian hasilnya, kita serahkan sepenuhnya pada mekanisme masing-masing fraksi.” kata Harmoko.

“Jadi masalah menyumbang gaji, itu merupakan hak dari anggota. Kita tidak bisa memaksa mereka untuk menyumbang gajinya. Mudah-mudahan setelah rapat nanti, kami dan para anggota Dewan bisa menyumbangkan gaji untuk mengatasi krisis moneter yang terjadi sekarang ini.” katanya menambahkan.

Sedangkan Wakil Ketua MPRJ DPR Syarwan Hamid mengatakan, menyumbangkan gajinya untuk mengatasi krisis moneter merupakan langkah yang baik. Menurutnya, kalau ada yang punya uang banyak ya boleh saja menyumbang.

“Tetapi, kalau menyumbang dari gaji sedangkan gajinya lebih kecil, apa yang diberikan untuk anak?” kata Syarwan Hamid bertanya.

Mantan Kasospol ABRI itu menyambut baik gerakan yang dilakukan Presiden dan para Menterinya menyumbangkan gajinya sebagai upaya mengatasi krisis moneter. Namun, kata Syarwan yang terbaik kita lakukan untuk bangsa adalah berprestasi di bidang masing-masing.

“Kalau semuanya dikerjakan dengan baik salah satu outputnya tidak dilakukan penyimpangan-penyimpangan. Sikap kejuangan itu sekarang ini dituntut.” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR/DPR Ismail Hasan Matereum menilai menyumbang sesuatu, itu hal yang bisa.

“Lantas kalau kita minta gaji mereka untuk disumbangkan kepada negara apa yang mereka makan ? Itu yang perlu dipertimbangkan, kecuali kalau dalam bentuk pengabdian yang lain bisa dilakukan, itu lain soal.” kata Ketua Umum DPP PPP yang akrab dipanggil Buya itu menegaskan.

Sumber : SUARA KARYA (18/03/1998)

________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 848-849.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.