SUKSESKAN DWI FUNGSI ABRI

Musjawarah Pusat Pepabri

SUKSESKAN DWI FUNGSI ABRI [1]

 

Djakarta, Angkatan Bersendjata

Musjawarah Pusat Pepabri ke I jang berlangsung dari tanggal 19 s/d 21 Pebruari di Tjipajung Bogor, telah memutuskan untuk memobilisir potensi Purnawirawan ABRI, guna mensukseskan dan menjelamatkan pelaksanaan Pelita, sebagai realisasi dari tuntutan hati nurani rakjat dengan meningkatkan mutu kekaryaannja.

Diputuskan pula untuk turut membangkitkan dan menghidupkan kegairahan pembangunan dari seluruh lapisan masjarakat dengan memekarkan djiwa kekeluargaan serta budi pekerti luhur, Disamping turut membangkitkan dan menghidupkan kewaspadaan seluruh lapisan masjarakat terhadap musuh dan penghambat2 lainnja dari Repelita.

Pepabri djuga menjambut dengan baik dan gembira keputusan Presiden No. 230 tahun 1968 dan bermaksud membantu pelaksanaan peraturan2 jang dikeluarkan oleh Menteri Kesehatan sehubungan dengan keputusan Presiden tersebut.

Sukseskan Dwi Fungsi ABRI

Mengenai Dwi fungsi ABRI oleh musjawarah tsb telah diputuskan untuk mengadjak seluruh karyawan ABRI untuk mensukseskannja dengan djiwa kesederhanaan, kedjudjuran, keuletan dan pengabdian, sesuai dengan Sapta Marga, dengan memperdalam pengertian dan mempertebal kepertjajaan rakjat serta mempererat kerdjasama dengan golongan2 masjarakat jang setia kepada Pantjasila.

Achirnja oleh Pepabri telah mendesak kepada Pemerintah agar UU No.6 Tahun 1966, chusus jang termuat dalam pasal 14 segara dilaksanakan. Disamping diharapkan pula agar diadakan persamaan dalam pengaturan pemberian pensiun dan tundjangan kepada purnawirawan ABRl dalam pangkat dan masa kerdja jang sama, begitu pula kepada warakawuri dan anak2 jatim piatu, sehingga tidak terdapat lagi perbedaan dalam penerimaan pensiun/tundjangan masing2 dari mereka jang terlebih dahulu dan jang kemudian dipensiun. (DTS)

Sumber: ANGKATAN BERSENDJATA (26/02/1969)

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku II (1968-1971), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 339-340.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.