SUASANA JAKARTA LENGANG DAN SEPI

SUASANA JAKARTA LENGANG DAN SEPI[1]

 

Jakarta, Bisnis

Kegiatan di ibukota kemarin terhenti beberapa saat karena banyak karyawan kantor instansi pemerintah, swasta dan warga dipemukiman penduduk mengikuti penjelasan Presiden Soeharto terhadap tuntutan mundur dirinya, baik di layar kaca maupun radio. Penjelasan itu ditunggu oleh berbagai lapisan masyarakat sejak sehari sebelumnya, setelah ketua DPRIMPR Harmoko menyatakan akan mengadakan rapat dengan fraksi di DPR dan akan bertemu dengan Presiden keesokan harinya (kemarin).

Karyawan pemerintah, termasuk aparat Pemda serta masyarakat yang akan meminta pelayanan di kantor Pemda DKI mengikuti dengan seksama pernyataan Presiden yang ditunggu-tunggu itu melalui siaran langsung di televisi. Begitu juga para warga masyarakat di pemukiman padat, serta pedagang di pasar dan pinggir jalan tak ketinggalan memutar radio mereka. Ada juga yang bergerombol di depan toko elektronik untuk mengetahui perkembangan situasi politik.

“Kalau dipikir-pikir, kasihan juga Presiden disuruh mundur. Selain sudah tua, jasanya terhadap pembangunan negeri ini cukup besar.” kata Renny, pedagang beras di Pasar Kebayoran Lama, seusai siaran tersebut.

Sekitar pukul 12.00 WIB seusai acara siaran langsung itu karyawan berangsur meninggalkan kantor sebelum jam kerja karena khawatir terjadi sesuatu. Begitu juga masyarakat yang mengurus administrasi di kantor Pemda pulang lebih cepat. Seorang karyawati Departemen Koperasi mengatakan seluruh karyawan diperbolehkan pulang lebih awal oleh atasannya setelah menonton siaran langsung di televisi.

“Apalagi ada ribuan mahasiswa memadati gedung DPR/MPR.” tutur karyawati itu.

Suasana serupa juga terjadi di kota hujan Bogor. Namun kota ini sejak pagi hingga pukul 12.15 WIB terasa lengang, jalan-jalan protokol di kota ini biasanya padat kendaraan kemarin sepi karena mengendalikan orang yang melakukan aktivitas. Namun antrean orang yang akan mengambil uang di mesin ATM BCA atau bank lain cukup panjang, karena mereka mendengar isyu hari ini akan terjadi kerusuhan lagi. Pengambilan uang oleh masyarakat kemarin tidak hanya melalui ATM, juga melalui kasir, baik di Bogor maupun Jakarta, Bekasi dan Tangerang.

Arus lalu lintas di ibukota kemarin cukup padat dibandingkan sehari sebelumnya, namun para pengemudi masih dihantui trauma pembakaran mobil umum maupun pribadi. Sementara arus lalu lintas di jalan tol Tomang-Kebon Jeruk-Tangerang yang mulai terlihat ramai, kemarin siang berangsur sepi dan lancar.

Tak banyak kendaraan antre menanti lampu lalu lintas menjadi hijau pada persimpangan Tomang. Arus lalu lintas di persimpangan Grogol dan sepanjang Jl. S. Parman juga terlihat lebih lengang dibandingkan sehari sebelumnya. Beberapa pompa bensin juga kemarin masih ada yang tutup dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang buka terlihat tidak mengalami antrean panjang. Begitu juga toko-toko dan pusat perbelanjaan masih banyak yang tutup, karena kekhawatiran timbulnya kerusuhan.

Di kawasan Blok M Kebayoran Baru, belum dibukanya sejumlah pusat perbelanjaan dan toko swalayan membuat situasi di pusat kegiatan masyarakat ini belum pulih sepenuhnya. Seperti Mall Blok M, departemen store Matahari, Ramayana, Borobudur, restoran waralaba American Hamburger (AH). Selain itu toko swalayan/department store, Golden Truly, Melawai Plaza dan Plaza Blok M. Pusat perbelanjaan tersebut hingga kemarin belum dibuka. Pusat perbelanjaan di kawasan itu yang sudah buka adalah Pasaraya, pasar tradisional milik Pemda DKI dan department store matahari yang terletak di lantai tiga dan empat Pasar Blok M. Selain itu sejumlah toko kios di Aldiron Plaza dan toko atau kantor yang ada di kawasan itu.

“Pembeli masih jarang mungkin masih khawatir.” ujar satu pramuniaga Matahari yang enggan disebutkan jati dirinya.

Sumber : BISNIS INDONESIA (20/05/98)

_____________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 907-908.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.