STABILITAS TETAP JADI KEMUTLAKAN BAGI PEMBANGUNAN NASIONAL

STABILITAS TETAP JADI KEMUTLAKAN BAGI PEMBANGUNAN NASIONAL[1]

 

Medan, Antara

Guru Besar Hukum Tata Negara USU, Prof . Dr. H. M. Solly Lubis, SH mengatakan, stabilitas yang sehat dan dinamis tetap diperlukan dan menjadi kemutlakan bagi terciptanya kelancaran pembangunan nasional Indonesia.

“Penekanan tentang pentingnya stabilitas sebagai modal kelancaran pembangunan yang meliputi stabilitas politik, ekonomi, dan peranan hukum itu juga disinggung Presiden Soeharto pada pidato kenegaraannya hari ini,”katanya di Medan, Selasa. Solly Lubis yang juga anggota Komisi A DPRD Sumut mengungkapkan pendapatnya itu menanggapi isi pidato kenegaraan Presiden Soeharto di depan sidang paripuma DPR RI di Jakarta yang disiarkan langsung secara nasional oleh TVRI dan RRI.

Menurut dia, penekanan Kepala Negara tentang pentingnya stabilitas politik, ekonomi, dan peranan hukum sebagai rambu-rambu perjalanan hidup bangsa itu diharapkan dapat memberi kepastian hukum dan keadilan bagi seluruh masyarakat. Dikatakan, dari semua materi pidato Kepala Negara, terlihat pula penekanan pada kebijaksanaan penanggulangan kemiskinan melalui strategi yang tidak hanya memiliki “sentuhan”berskala nasional, melainkan juga berskala regional dan global. “Tekad pemerintah bersama seluruh Bangsa Indonesia untuk menanggulangi kemiskinan yang masih dihadapi sekitar 25,9 juta penduduk itu sangat erat hubungannya dengan pertumbuhan sektor ekonomi, khususnya bidang industri dan pertanian,” katanya.

Ia menambahkan, tekanan tentang pentingnya pembangunan daerah yang tidak hanya dilakukan pemerintah pusat melainkanjuga  daerah-daerah, sebagaimana disebutkan Presiden, perlu mendapat sambutan seluruh masyarakat.”Partisipasi masyarakat itu penting untuk dapat memaksimalkan pendayagunaan sumber-sumber pembangunan daerah yang akan diperlihatkan melalui APBD dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, “demikian Solly Lubis. (U-MDN.005/MDN.001!B/DN.Ol/RB1/16 /08/9415:31)

Sumber: ANTARA(16/08/1994)

_____________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 97-97.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.