SRI EDI S DOSEN UI RAPBN 87/88 CUKUP BIJAK

SRI EDI S DOSEN UI RAPBN 87/88 CUKUP BIJAK

 

 

DR.Sri Edi Swasono, dosen Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, menilai APBN 1987/1988 yang rancangannya disampaikan Kepala Negara kepada DPR naik 6,4 persen adalah cukup bijaksana.

Penilaiannya itu disampaikannya kepada ANTARA di Jakarta, Selasa, menanggapi Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 1987/1988 yang disampaikan Presiden Soeharto di DPR, Selasa.

Kenaikan anggaran 6,4 persen dari Rp. 21.421 milyar menjadi Rp. 22.783 milyar itu sangat melegakan masyarakat. Semula dikhawatirkan dengan berbagai kesulitan ekonoMi yang dihadapai Pemerintah, APBN 1987/1988 akan lebih kecil. Kenaikan ini dilihat dari segi riil dengan memperhitungkan inflasi, “ini cukup realistis”, kata Edi Swasono.

Adanya kenaikan pinjaman luar negeri 54,6 persen dari Rp. 3.589 milyar menjadi Rp. 5.547 milyar, kiranya harus dilakukan dengan keterpaksaan di tengah-tengah kecemasan masyarakat akan tingginya DSR yang telah mencapai sekitar 40 persen.

Kenaikan pinjaman luar negeri sebesar ini mengakibatkan pinjaman luar negeri naik dari 16,75 persen menjadi 24,35 persen terhadap seluruh penerimaan atau naik dari 43,26 persen menjadi 71,52 persen terhadap anggaran pembangunan. Hutang luar negeri (bunga dan cicilan) yang harus dibayar untuk 1987/1988 mencapai 6.765 milyar yang berarti naik 61,7 persen dibanding tahun anggaran sebelumnya.

Keberhasilan Perpajakan

Menurut Edi Swasono, penerimaan dalam negeri sudah banyak menggantungkan keberhasilan perpajakan dengan kenaikan target 27 persen secara keseluruhan setelah Pemerintah berpengalaman satu sampai dua tahun ini.

Keberhasilan perpajakan itu antara lain diupayakan dari kenaikan pajak penghasilan (15,1 persen), pajak pertambahan nilai, pajak penjualan barang mewah (65,4 persen) serta dari bea masuk (14,2 persen). (RA)

 

 

Jakarta, Antara

Sumber : ANTARA (06/01/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 338.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.