SPIRIT SEA GAMES PERSAUDARAAN ADALAH HAL PALING MENDASAR

SPIRIT SEA GAMES PERSAUDARAAN ADALAH HAL PALING MENDASAR[1]

 

Jakarta, Antara

Wakil Komandan (Wadan) Kontingen Tim SEA Games XIX Djoko Pramono menyatakan, hal paling mendasar dalam penyelenggaraan pesta olahraga se Asia Tenggara (SEA Games) spirit utamanya adalah persaudaraan.

“Saya kira itu harus, bahwa diadakannya SEA Games adalah semangat persahabatan, itu yang paling mendasar, jadi jangan keluar dari rel itu.” katanya saat diwawancarai ANTARA di Jakarta, Sabtu malam.

Pernyataan itu dikemukakannya ketika diminta tanggapan mengenai pernyataan Presiden Soeharto belum lama ini, yang intinya agar dalam SEA Games tidak harus mengedepankan juara umum, tetapi yang penting adalah semangat persaudaraan di antara negara peserta event itu.

Soal ingin mencapai prestasi yang terbaik, katanya, tidak perlu harus mengorbankan persahabatan di antara negara ASEAN.

“Kita tetap bersahabat sambil mencapai prestasi yang tinggi, dan tidak perlu mengorbankan persahabatan itu.” katanya menambahkan.

Pada kesempatan terpisah Ketua Kontingen Tim SEA Games XIX Brunei Darussalam Pangeran Muda Sufri saat ditanya mengenai pejuang tim olahraga negaranya pada event di Jakarta itu, dalam nada yang sama juga menyatakan ia sependapat dengan Djoko Pramono.

Menurut dia, Brunei Darussalam sebagai sebuah negara kecil memang agak sulit untuk bisa mencapai prestasi hebat, terlebih mengincar menjadi juara umum SEA Games, termasuk saat menjadi tuan rumah pada SEA Games XX 1999 mendatang.

“Masalahnya bukan mencapai juara umum, tetapi Sukan SEA Games adalah untuk menjalin persahabatan di antara bangsa-bangsa ASEAN.” katanya.

Beberapa kalangan menilai bahwa pernyataan Presiden Soeharto agar lebih mengedepankan persaudaraan, ketimbang harus menjadi juara umum, tampaknya berkaitan dengan antisipasi agar tidak muncul cara-cara yang tidak etis (kecurangan), demi mengejar gelar juara umum SEA Games, sehingga mengabaikan prinsip sportifitas.

Sumber : ANTARA (24/10/1997)

____________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 627-628.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.