‘SPEKULATIF, BERITA MEDIA ASING SOAL KESEHATAN PRESIDEN’

‘SPEKULATIF, BERITA MEDIA ASING SOAL KESEHATAN PRESIDEN'[1]

 

Jakarta, Media Indonesia

Menlu Ali Alatas menegaskan pemberitaan sejumlah media asing selama beberapa hari terakhir ini tentang kesehatan Presiden Soeharto adalah negatif sekali, bahkan spekulatif.

“Pers nasional harus ikut menangkal pemberitaan sejumlah media massa asing yang negatif dan spekulatif itu.” tandas Menlu kepada pers setelah melapor kepada Kepala Negara di Bina Graha, kemarin.

Dalam beberapa hari ini, media asing tertentu memang memberitakan bahwa kondisi kesehatan Presiden sedang menghadapi masalah. Pada hari Rabu lalu media asing menyebutkan Pak Harto terkena serangan stroke, bahkan ada yang memberitakan telah meninggal. Pemberitaan yang negatif itu akhirnya sedikit banyak mempengaruhi harga saham di bursa Jakarta dan beberapa negara tetangga.

Alatas mengatakan media asing tersebut justru harus memperhatikan kegiatan Pak Harto selama beberapa hari terakhir ini.

“Hari ini saja (kemarin) Presiden menerima banyak tamu.” kata Alatas yang kemudian menunjuk pada beberapa pejabat yang diterima Kepala Negara.

Pak Harto memang tampak tetap sehat dan gembira ketika menerima pimpinan perguruan tinggi swasta yang sedang mengikuti kursus Lemhanas. Setelah itu Kepala Negara juga menerima Mensesneg Moerdiono, Menlu Alatas, Menperindag Tunky Ariwibowo, serta Gubernur Kalimantan Barat Aspar Aswin. Sementara itu sehari sebelumnya (Rabu, 3/4) Kepala Negara di kediaman Cendana menerima pimpinan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.

Pada bagian lain, Menlu mengatakan kedatangannya ke Bina Graha adalah untuk melaporkan rencana keberangkatannya ke India guna menghadiri Konferensi Tingkat Menlu negara anggota GNB pada 7-8 April di New Delhi. Namun sebelumnya Alatas mengemukakan akan mengadakan kunjungan bilateral ke India 4-6 April. Menurut Menlu, di sela-sela acara pertemuan para Menlu negara anggota GNB itu ada dua pertemuan penting lainnya yaitu pertemuan para Menlu yang negaranya pernah memimpin GNB serta pertemuan para Menlu ASEAN. Ketujuh Menlu ASEAN, pada 7 April akan mengadakan pembicaraan tanpa agenda resmi, kata Alatas.

Namun, tuturnya, tidak tertutup kemungkinan para Menlu ASEAN ini membahas rencana masuknya Kamboja, Laos, serta Myanmar.

“Saya tidak tahu apakah masalah ini akan muncul atau tidak.” kata Alatas.

Dia mengatakan ada empat topik utama yang akan dibahas para Menlu negara anggota GNB yaitu bagaimana meningkatkan peranan GNB dalam percaturan politik dunia, pengentasan kemiskinan, koordinasi yang semakin erat bagi reformasi PBB serta, perlucutan senjata nuklir.

Sumber : MEDIA INDONESIA (04/04/1997)

__________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 665-666.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.