SOVYET PUJI PERANAN INDONESIA DALAM DUNIA INTERNASIONAL

SOVYET PUJI PERANAN INDONESIA DALAM DUNIA INTERNASIONAL

 

 

Jakarta, Antara

Uni Sovyet memuji Indonesia karena memainkan peranan yang menonjol dalam kehidupan internasional masa kini. Dalam wawancara dengan suratkabar “Izvestia” di Moskow pertengahan pekan ini, seperti yang disiarkan Kedutaan Besar Uni Sovyet di Jakarta Jumat, Menteri Luar Negeri Uni Sovyet Eduard Shevardnadze mengatakan, suara Indonesia didengar di PBB karena negeri ini mendukung perlucutan senjata, pembentukan tata ekonomi internasional baru serta mendukung pengembangan kerjasama yang saling menguntungkan antar-negara.

Ia menegaskan, pendirian Uni Sovyet dan Indonesia saling berdekatan atau sama mengenai masalah-masalah itu dan mengenai banyak masalah politik dunia yang hangat lainnya.

Indonesia merupakan satu di antara negara pendiri Gerakan Non-Blok yang berperan positif dalam mencari penyelesaian masalah-masalah regional antara lain masalah Kampuchea, kata Shevardnadze dalam wawancara itu sehubungan dengan kunjungan resrni Presiden Soeharto ke Uni Sovyet 7-12 September mendatang.

Semua ini merupakan landasan yang kokoh bagi dialog politik yang luas dan tuntas antara Uni Sovyet dan Indonesia, kata menlu Eduard Shevardnadze.

Ia mengatakan, kedua negara mempunyai potensi cukup untuk memperluas kerjasama saling menguntungkan di banyak bidang, misalnya di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Uni Sovyet dan Indonesia sekarang sedang mengambillangkah baru lagi yang membawa kontak-kontaknya ke taraf tinggi dan perkembangan ini wajar, katanya.

“Kunjungan resmi Presiden Indonesia dan pertemuannya dengan pernimpin­ pemimpin tertinggi negara negarakita, jelas merupakan tuntutan zaman, kelanjutan dari perubahan-perubahan menguntungkan yang sedang berlangsung di dunia. Juga merupakan perkembangan logis dari potensi kreatif, dorongan positif terhadap hubungan Sovyet-lndonesia,” demikian Shevardnadze.

Ia yakin kunjungan Presiden Soeharto ke Uni Sovyet tidak hanya akan menjadi tonggak dalam hubungan bilateral tetapi juga merupakan peristiwa intemasional penting yang memberikan sumbangan besar pada perbaikan situasi di kawasan Asia­Pasifik dan seluruh dunia.

“Saya ingin mengatakan bahwa tamu agung Indonesia itu akan disambut dengan sehangat-hangatnya dan seramah-ramahnya,” ujar Shevardnadze yang pemah mengunjungi Indonesia tahun 1987.

 

Sumber : ANTARA (01/09/1989)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XI (1989), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 311-312.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.