SOLIDARITAS SOSIAL MASIH CUKUP TINGGI

SOLIDARITAS SOSIAL MASIH CUKUP TINGGI[1]

 

Jakarta, Media

Kalangan DPR mengatakan, rasa solidaritas dan kesetiakawanan sosial masih cukup kental mengendap dalam sanubari bangsa ini. Hal itu terbukti dari munculnya secara spontanitas kesadaran membagi bahan kebutuhan pokok (sembako) atau membuat pasar murah untuk menolong masyarakat kecil oleh kalangan yang lebih mampu.

Hal tersebut merupakan kesimpulan percakapan dengan anggota DPR RI Indra Bambang Oetojo, Usman Ermulan, dan Uray Faisal Hamid. Mereka mengemukakan itu secara terpisah pekan lalu berkaitan dengan keputusan Presiden Soeharto yang menyerahkan gajinya selama satu tahun untuk membantu pengentasan kemiskinan, serta aksi sosial yang dilakukan sejumlah pengusaha dan perbankan dengan membagi sembako atau membuka pasar murah bagi masyarakat kecil.

Seperti diketahui, Kelompok Bimantara, Bank Central Asia (BCA) Kanwil XII, Grup Astra serta beberapa perusahaan lainnya secara rutin membagi sembako secara gratis atau membuat pasar murah bagi masyarakat prasejahtera di beberapa wilayah Jakarta maupun bagian lain dari Tanah Air. Kebutuhan yang dibagi pun bervariasi. BCA Kanwil XII misalnya membagi 5 kg beras, minyak goreng 1,5 liter dan gula 2 kg dalam setiap paket dengan total nilai sekitar Rp.350 juta. Sedangkan pada 25 Maret mendatang bank swasta yang besar itu akan membuat pasar murah di Jakarta Pusat dan Tangerang.

Anggota F-KP DPR RI Usman Ermulan pun respek dengan spontanitas para pengusaha yang membagi-bagi sembako. Dikatakan, hal tersebut merupakan bentuk kepedulian para pengusaha tersebut terhadap masyarakat yang benar-benar menderita langsung akibat krisis ini.

Perlu Diikuti

Namun Usman mengingatkan bahwa kepedulian seperti itu tidak hanya dilakukan karena krisis seperti sekarang ini.

Seharusnya, kata dia, dalam situasi normal pun kepedulian seperti itu tetap dilakukan, dalam bentuk proyek-proyek pengentasan kemiskinan.

“Perusahaan atau bank-bank lain perlu mengikuti langkah rekannya yang sudah melakukan aksi sosial dengan membagi sembako atau pembuka pasar murah bagi masyarakat yang kurang mampu.” kata Usman.

Menurut dia, jika ada perusahaan atau bank bisa membagi-bagi sembako secara gratis atau membuat pasar murah bagi masyarakat, mestinya perusahaan lain pun bisa melakukan. Jika semakin banyak perusahaan atau bank melakukan aksi sosial, diharap semakin banyak pula warga masyarakat yang akan tertolong, meski disadari bahwa membagi sembako atau membuka pasar murah bukanlah langkah yang permanen. Hanya saja langkah seperti itu akan sangat bermanfaat dalam situasi krisis seperti sekarang ini.

Usman berharap agar di masa mendatang, ketika situasi perekonomian sudah pulih lagi, pengusaha perbankan juga tetap mempunyai komitmen membantu masyarakat melalui proyek-proyek sosial terutama dalam rangka mempercepat proses pengentasan kemiskinan.

Sementara itu anggota F-PP DPR RI Uray Faisal Hamid mengatakan, langkah pengusaha dan kalangan perbankan membantu masyarakat harus berkelanjutan, tidak hanya pada masa sulit seperti sekarang ini. Misalnya, hadiah-hadiah yang disiapkan bank untuk nasabah yang memenangkan undian di bank tersebut dalam jumlah yang cukup besar, sebaiknya disumbangkan kepada masyarakat kecil melalui pemerintah daerah untuk proyek pengentasan kemiskinan.

“Jika spontanitas membantu masyarakat kecil itu betul-betul karena kesadaran, maka kita boleh bergembira bahwa rasa senasib sepenanggungan masih cukup besar berkorban dalam sanubari bangsa ini. Masih cukup besar rasa sesama sebagai warga satu bangsa.” kata anggota DPR dari daerah pemilihan Kalbar itu lagi.

Sumber : MEDIA INDONESIA (23/03/1998)

_____________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 890-892.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.