SOEMITRO KONSULTASI DENGAN PRESIDEN SOEHARTO

SOEMITRO KONSULTASI DENGAN PRESIDEN SOEHARTO

Walaupun cadangan devisa Indonesia cukup besar namun itu tidak berarti negeri ini tidak perlu lagi bantuan dari luar negeri karena biaya pembangunan juga membesar.

Demikian pendapat Soemitro Djojohadikoesoemo, ketika ditanya wartawan selesai konsultasi rutin dengan Presiden Soeharto di Bina Graha Selasa.

"Adalah bodoh dan dangkal pendapat yang mengatakan kita tak perlu lagi bantuan luar negeri karena cadangan devisa kita sudah cukup," kata bekas menteri riset itu. Ia mengatakan, pembangunan makin meningkat dan biaya pembangunan pun makin besar sehingga bantuan luar negeri tetap diperlukan.

Kepada Presiden Soeharto, ia melaporkan basil kunjungannya ke Jawa Tengah dan Sulawesi Utara baru2 ini. Ia mengatakan, mutu pengajaran di universitas di daerah memang perlu ditingkatkan.

Dalam hubungan ini, perlu diperhatikan pemerataan peningkatan mutu pendidikan misalnya, dengan lebih mengembangkan staf pengajar, mengadakan kurikulum yang sama, bacaan yang sama dan mendorong para pengajar melakukan penelitian2.

Dengan pemerataan peningkatan mutu pendidikan ini, berarti juga dapat membantu mengembangkan masyarakat setempat, katanya menambahkan.

Tentang terjadinya perkelahian pelajar belurn lama ini, tokoh pendidikan itu mengatakan, perkelahian antar pelajar itu sebenarnya masalah pengasuhan orang tua.

Orang tua perlu menyediakan waktu bagi anak2nya. Sesibuk2nya orang, tak boleh bilang pada anak tak punya waktu, kalau memang sayang anak. Ini pengalaman dan prinsip, kata Soemitro yang sudah mempunyai anak, cucu dan mengasuh mahasiswa2. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (18/11/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 829.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.