SOEHARTO – PM LEE DI SINGAPURA HARI INI

SOEHARTO – PM LEE DI SINGAPURA HARI INI [1]

 

Jakarta, Merdeka

Presiden Soeharto akan mengadakan dua kali pembicaraan hari Senin ini di Singapura dengan PM Lee Kuan Yew. Sebelum mengadakan pembicaraan, Presiden Soeharto akan mengadakan kunjungan kepada Presiden Singapura, Sears. Selesai mengadakan pembicaraan di Singapura, Presiden Soeharto meneruskan perjalanannya ke pulau Batam untuk melihat proyek Otorita tersebut.

Hari Selasa sore diharapkan Presiden Soeharto dan rombongannya sudah dapat kembali ke Jakarta. Selain melihat proyek Batam dari dekat Kepala Negara juga akan melihat daerah Dumai.

Turut bersama Kepala Negara ke Singapura adalah Menteri Negara Ekuin Widjojo Nitisastro dan Menteri Sekretaris Negara Soedharmono.

Sedangkan Menteri Perhubungan Emil Salim, Menteri Penertiban Aparatur Negara Soemarlin, Kabulog Bustanil Arifin akan turut ke pulau Batam.

Pertemuan Presiden Soeharto dengan PM Lee Kuan Yew di Singapura hari Senin mempakan pertemuan rutin dalam keluarga ASEAN yang sangat erat. Pertemuan ini penting artinya untuk memperkuat “otot dan daging” ASEAN sehingga ASEAN ini akan tumbuh dengan sehat dan kuat. Demikian Menteri Luar Negeri Adam Malik di Istana Merdeka hari Sabtu atas pertanyaan pers.

Menanggapi pernyataan Presiden Marcos dari Filipina yang diajukan pers bahwa wilayah Asia Tenggara kita merupakan ancaman subversi Komunis Menlu Adam mengatakan bahwa ancaman semacam itu hanya dapat dihadapi dengan kemakmuran yang merata seperti yang telah berulang-ulang ditegaskan oleh Presiden Soeharto. Adanya ancaman bahaya Komunis itu menurut Menlu karena belum adanya kemakmuran yang merata di negeri ini. Kemakmuran yang merata bagi seluruh rakyat itulah yang harus kita usahakan tercapainya. Sebab kalau pembangunan kearah itu tidak tercapai, subversi akan laris.

Bicara mengenai Angkatan 45, Menlu Adam mengatakan bahwa tidak benar kalau ada yang mengatakan ini gagal. Kemerdekaan inilah hasilnya, katanya.

Diakuinya memang kalau kemakmuran merata belum tercapai dan justru pembangunan yang sekarang inilah kita sedang menuju kearah kemakmuran merata itu.

Mengenai kesadaran pemuda sekarang, Menlu menilai tidak seperti yang dipunyai pemuda angkatan 45 dulu. Sebab kesadaran bergerak pemuda sekarang sangat kurang. Padahal rasa kesadaran inilah yang memegang peranan penting suksesnya gerakan pemuda itu sendiri.

Atas pertanyaan mengenai kenaikanhargaminyak yang sedang dirancangkan oleh negara2 produsennya, Menlu Adam Malik mengatakan belum diketahui sampai berapa kenaikan itu.

“Pokoknya kita bukan tukang menaikkan minyak”, kata Menlu.

Kita cukup beralasan, untuk menaikkan harga minyak itu, tambahnya lagi. Kenaikan harga minyak ini disebabkan karena komoditi2 di dunia naik. Dengan demikian akan ada keseimbangan harga minyak dengan komoditi2 itu.

Mengenai naiknya itu sendiri, Menlu berpendapat berapapun boleh, 1 % atau 2 % yang penting agar bisa seimbang. Untuk itu perlu adanya dialoog seperti yang sekarang sedang berlangsung di Paris. (DTS)

Sumber: MERDEKA (29/11/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 109-110.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.