SOEHARTO – ONN

Tajuk Rencana:

SOEHARTO – ONN [1]

 

Jakarta, Berita Yudha

Tidak sampai 24 jam PM Malaysia Datuk Hussein Onn berkunjung kemari. Pun, kunjungannya dinamakan Menlu Adam, official visit bukan state visit. Kunjungan kerja populernya.

PM Onn baru 14 hari jadi PM. Ia wakil PM Tun Razak sebelumnya tetapi sekaligus juga iparnya. Orangnya pendiam dan senioritasnya dalam perjuangan dan pengalaman pemerintahan di Malaysia unggul. Pengangkatannya sebagai PM sementara ini sekaligus mampu mengesampingkan spekulasi orang, bahwa bakal terjadi perebutan pengaruh diantara tokoh-tokoh pengganti Tun.

Kunjungannya ke Indonesia pada hemat kita karena dua keperluan. Pemeliharaan hubungan luarnegerinya khususnya dengan Indonesia dan KTT ASEAN.

Jarak waktu yang pendek dari sejak Onn menjabat PM dan kunjungannya ke luarnegeri pertama-tama ke Indonesia rasanya tidak meragukan, bahwa hubungan kedua negara tetaplah dalam kebijaksanaan luarnegerinya yang terpokok.

Kita kurang mengetahui, apa bunyi wasiat almarhum Tun Razak kepadanya. Namun Pertemuan Parapat pastilah merupakan salah satu penguat dari kehendak bersama memelihara hubungan bilateral. Di Parapat bulan Desember tahun lalu, Tun Razak sudah menyatakan,

“tidak ada masalah pokok diantara Malaysia-Indonesia yang perlu dibicarakan lagi”.

Sekaligus juga terpampang suatu hal yang selama ini belum pernah diumumkan, Malaysia mendukung konsep Wawasan Nusantara.

Kesimpulan almarhum Tun secara implisit juga menggambarkan tidak adanya perbedaan pendirian antara kedua negara dalam menghadapi KTT ASEAN.

Maka tak ayal, Onn berkunjung tidak lebih untuk meneguhkan hal-hal yg sudah menjadi kesepakatan selama ini.

Bahkan di Parapat juga muncul suatu keeratan hubungan yang sudah tidak dirahasiakan. terhadap bahaya komunisme, baik yang dihadapi secara regional maupun dalam negeri masing-masing, keduanya sepakat untuk bantu-membantu.

Sudah barang tentu di dalamnya juga mencakup kerjasama yang sifatnya meliputi kerja sama di bidang pertahanan yang intensitasnya tergantung dari kebutuhan.

Banyak lagi yang masih dapat kita harapkan dari bertemunya Soeharto – Onn, kali ini dan kali yad. Hubungan bilateral yang baru berlangsung belum sepuluh tahunan tentulah memerlukan penyempurnaan di sana-sini.

Dan dalam thema hubungan negara-negara dewasa ini, tetaplah penggiatan aktifitas kerjasama ekonomi harus lebih kentara lagi.

Masalah ini penting, karena korelasi geografi ethnis, kulturil dan politis masih harus “diwarnai” oleh manfaat-manfaat yang langsung memasyarakat. Homogenitas kebutuhan antara kedua negara pada hemat kita sudah mulai tampak dan kita menambahkan harapan kita suatu formula, eksistensi Indonesia adalah eksistensi Malaysia, begitupun sebaliknya. (DTS)

Sumber: BERITA YUDHA (23/01/1976)

 

 

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 29-30.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.