SOEHARTO – BAPAK HARI DEPAN INDONESIA

SOEHARTO – BAPAK HARI DEPAN INDONESIA  [1]

Seorang Wartawati Asing Menulis Ttg Presiden RI

 

Jakarta, Suara Karya

SOEHARTO Jenderal yang selalu tersenyum simpul, tidak pernah memaksakan diri untuk mendapatkan kedudukan. Tetapi dalam setiap kedudukan, ia selalu menghayati dan menyelesaikan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Seorang pengemudi taxi di Jakarta ditanya, ” Siapkah Dia” Bapak Rakyat”, jawabnya “Tidakkah julukan itu diberikan kepada Sukarno?’.

“Ya, memang demikian. Tetapi dia telah memperjudikan hari depan kami. Sedangkan Pak Harto adalah bapak hari depan kami”.

Demikianlah antara lain tulis Dr. Christina Mahn, wartawan Jerman Barat yang dikenal sebagai simpatisan partai SPD (Sosial Demokrat) dalam seri penerbitan mengenai tokoh – tokoh dunia dewasa ini, “Menschen Unserer Zeit” (Manusia­-manusia jaman kita) dan “Das Portreat” (sebuah lukisan).

“Di dalam negeri, Presiden Soeharto dipanggil Bapak atau singkatnya Pak, yang berarti Ayah,” demikian penulis ini mencoba menerangkan kelaziman serta arti panggilan terhadap yang dituakan atau dihormati.

Orang mengetahui bahwa Soeharto membenci kata-kata kosong dan menghargai tindakan. Kebijaksanaannya mengutamakan politik dalam negeri, termasuk perkembangan ekonomi. Sudah banyak yang diperbuatnya bagi daerah-daerah. Jumlah sumbangan uang yang diberikan kepada desa-desa tidaklah besar, tetapi sesuai dengan kemampuan Pemerintah Pusat, dan jumlah yang sedikit itu dapat menghasilkan sesuatu yang besar. Uang tersebut mempunyai efek psikologis yang dimaksudkan sebagai pendorong setiap warga desa untuk secara suka-rela bekerja memperbaiki lingkungan hidupnya.

Jumlah ini kesemuanya, seratus persen harus digunakan untuk perlengkapan – perlengkapan materiil Lurah, Camat, Walikota tidak diperkenankan memperhitungkan jam lembur jika yang dikerjakan adalah perbaikan pasar atap sekolah, jembatan ataupun pembangunan perlengkapan-perlengkapan baru dalam mana para prajurit ikut serta membuktikan citra.

Karena keprihatinan inilah desa terachir dipulau yang terujung pun mencintai Pak Harto. Tiap orang yang melawat ke Indonesia, akan sering mendengar kata-kata pujian tentang orang yang berada di pucuk pimpinan negara.

Sebabnya yang terdalam adalah bahwa kini setiap orang terpenuhi kebutuhan minimumnya, sandang maupun pangan. Sudah sejak saat mengambil jabatan Soeharto berjanji kepada Rakyat untuk mengisi perut mereka. Janji ini ditepatinya. Orang mengatakan, kebesaran Soeharto terletak dalam sifat dan tindakannya yang pragmatis dan selalu berusaha untuk tidak jauh kedalam lamunan politik yang kosong.

Kwalitas pribadi terletak dalam kesabarannya, sikap hati2-hati serta keterbukaannya untuk mendengarkan nasehat para ahli. Tetapi yang terutama adalah sifat yang tidak bisa ditawar-tawar lagi bagi seorang pemimpin negara, kemampuan mengambil keputusan. Orang tidak menyangsikan lagi kedudukan Presiden Soeharto. Pembicaraan-pembicaraan dengan politisi. Semua partai membuktikan hal ini. Atas dasar pengalaman, sejarah, gagasan politik dalam negeri Soeharto, yakni pengurangan jumlah partai-partai yang ada diterima dengan penuh pengertian.

“ltulah gambaran dan pendapat umum di Jawa ataupun di Sulawesi,” kata Christina Mahn.

Ini juga bersama-sama menumpangi pesawat terbang. Apakah dukungan semua orang yang berbeda-beda daerah asalnya itu terletak dalam kenyataan bahwa dialah politikus yang pertama kali dari pemerintah pusat, yang sedikit saja jumlahnya, yang telah memungkinkan penyaluran uang ke propinsi-propinsi sehingga dengan demikian merangsang orang untuk berjuang menaikkan tingkat hidup yang rendah.

ltu jelas. Namun masih terdapat hal lain yang menerangkan dukungan itu. Bangsa Indonesia mempunyai cita-cita yang lebih besar. Soeharto dewasa ini menunjang nasionalisme yang sehat. Tetapi ia sering menjumpai hambatan-hambatan profesionalisme yang menentang, suatu fatalisme tradisionil yang menganggap segala sesuatunya lebih baik dan tidak perlu diperbaiki. Sebab itu Soeharto memasalahkannya dan mengajak penduduk untuk cita-cita yang lebih besar di hari depan.

Presiden Soeharto adalah pribadi yang selalu menyambut baik kritik membangun. Dalam bulan September 1970 waktu mengadakan kunjungan kenegaraan ke Jerman Barat. Presiden Soeharto dinanti-nantikan masyarakat umum yang sangat ingin tahu, “Siapa dia!”.

Kelompok kiri radikal mengadakan demonstrasi dan prates. Soeharto menanggapi kenyataan itu dengan tenang, karena di negaranya sendiri dia telah membina peranan kritik, asal tidak melanggar sopan santun. Sangatlah baik kesan yang ditinggalkannya, temtama baik lawan-lawan politiknya yang belum mendalami masalah khas Indonesia.

Dengan cukup hangat kanselir Wilky Brandt mengucapkan sambutan ini,

“Saya telah membaca biografi, mengenai pidato dan tahu siapa Tuan. Namun dernikian ternyata berbeda sekali setelah kami berkenalan pribadi dengan Tuan.”

Ada yang berpendapat bahwa di balik kuluman senyumnya tersembunyi perasaan ketimuran, sehingga orang yang menghadapinya tidak pernah dapat memastikan apa yang sebenarnya dipikirkan oleh Soeharto. Tetapi hal ini juga mempakan pertanda sikap korektif dan pragmatis menyembunyikan reaksi.

Dewasa ini sudah dapat dipastikan bahwa ia akan masuk dalam sejarah dengan angka “plus”. Dia masih cukup muda untuk memimpin bangsa Indonesia sedikitnya sepuluh tahun lagi. Ia pun masih sehat untuk itu. Banyak didesuskan orang bahwa ia akan menarik diri setelah pemilihan umum 1975, jika ada orang lain yang dapat menemskan politiknya.

Jelas dia tidak akan melekatkan diri dalam kursi kekuasaan di atas kursi. Itulah Soeharto, tenang dan sederhana. Seorang Jenderal yang segan mengenakan uniform. Tidak berkelebihan kiranya jika dikatakan, bahwa sebagai Presiden dia bukan hanya mempakan keuntungan bagi negaranya, tetapi juga keuntungan bagi dunia. (DTS)

Sumber: SUARA KARYA (14/03/1973)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku III (1972-1975), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 287-289.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.