SOAL SUMBANG GAJI, SULSEL MENUNGGU PETUNJUK TEKNIS

SOAL SUMBANG GAJI, SULSEL MENUNGGU PETUNJUK TEKNIS[1]

 

Ujung Pandang, Suara Karya

Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan akan memberi respons positif terhadap kebijakan Presiden Soeharto yang mengimbau para pejabat untuk menyumbangkan gaji pokoknya selama setahun, guna membantu pengusaha kecil dalam situasi sulit seperti sekarang ini.

“Kami tinggal menunggu petunjuk teknis.” kata Kepala Biro Humas Pemda Tingkat I Sulsel, Drs. H Azikin Solthan, kepada wartawan di Ujungpandang, Rabu (18/3).

Menurut Azikin Pemda Sulsel sejak beberapa waktu lalu telah turun tangan dengan menyumbangkan sebagian gajinya untuk membantu kalangan pengusaha kecil di Ujungpandang. Data yang dihimpun Suara Karya menyebutkan, dalam kegiatan tersebut terhimpun dana sekitar Rp.45 juta, sebagian diantaranya sudah disalurkan.

Bahkan, Gubernur Sulsel, HZB Palaguna bersama sejumlah pejabat teras di kantor itu, telah menyumbangkan gajinya selama sebulan bulan Maret 1998 untuk membantu para pekerja yang di PHK di daerah itu.

Menurut Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Sulsel, Syamsul Poewangi, kalau situasi perekonomian di tanah air semakin memburuk, maka diperkirakan sekitar 3.000-5.000 dari kurang lebih 8.000 tenaga kerja yang terserap di Kawasan Industri Makassar (KIMA) akan mengalami PHK karena pengusaha tidak bisa lagi melanjutkan usahanya.

Untuk menghindari semakin meluasnya dampak krisis moneter di Sulsel, Pemda setempat telah mencanangkan Gerakan Peningkatan Produksi dan Ekspor Dua Kali Lipat (Grateks 2). Dalam sebulan terakhir ini, gerakan tersebut telah mendapat dukungan yang sangat besar dari 23 Dati II yang ada di Sulsel.

Sebagai contoh, Kabupaten Maros telah menyiapkan lahan seluas 3.500 hektare untuk ditanami jagung.

Begitu juga Kodya Pare-Pare yang relatif tidak memiliki lahan pertanian, kini telah menyiapkan infrastruktur untuk melancarkan distribusi hasil produksi Grateks 2. Misalnya, tetap memfungsikan gudang Dolog Soreang Pare-Pare yang memiliki daya tampung 30.000 ton menyusul akan rampungnya gudang Dolog baru di daerah itu.

Menjawab wartawan, Azikin mengatakan, pendaftaran kekayaan pejabat di Sulsel akan dilaksanakan jika ada perintah untuk itu.

“Pendaftaran kekayaan para pejabat akan dilaksanakan, jika sudah ada petunjuk.” ujarnya.

Tentang adanya tim yang ditugasi menginventaris kekayaan pejabat di Sulsel, Azikin mengaku baru tahu dari wartawan. Tetapi, sebuah sumber menyebutkan, jika tim tersebut sedang melaksanakan tugasnya.

Sumber : SUARA KARYA (20/03/1998)

___________________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 886-887.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.