SITUASI KAMBOJA DAN USAHA MENDESAK PELAKSANAAN RESOLUSI PBB

SITUASI KAMBOJA DAN USAHA MENDESAK PELAKSANAAN RESOLUSI PBB

Soeharto – Prem Bicarakan

Masalah Kamboja serta situasi Indocina umumnya menjadi pembicaraan tunggal selama lebih dari satu setengahjam antara PM Muangthai Prem Tinsulanonda dan Presiden Soeharto di Istana Merdeka Jumat malam. Demikian menurut Menteri Sekretaris Negara Soedharmono, yang menambahkan pembicaraan berjalan dalam suasana persaudaraan.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak saling tukar informasi mengenai situasi, serta mengemukakan pendapat masing-masing tentang bagaimana caranya agar resolusi­ majelis UmumPBB tentang Kamboja November lalu bisa dilaksanakan secara efektif.

"Artinya penarikan mundur pasukan Vietnam dari Kamboja dan pembentukan Pemerintah atas dasar hak penentuan nasib sendiri rakyat Kamboja," demikian Soedharmono.

Dalam pertemuan itu, PM Thai Jendral Prem didampingi Menlu Marsekal Udara Siddhi Sawetsila, sedang Presiden didampingi Menlu Mochtar Kusumaatmadja dan Mensekneg Soedharmono.

Sabtu pagi, pembicaraan akan dilanjutkan, setelah Prem main golf bersama Wapangab Soedomo di padang Rawamangun. Masalah Indocina dan Vietnam masih akan dibicarakan lebih lanjut Sabtu pagi serta masalah hubungan bilateral Thai – Indonesia.

Selesai pembicaraan semalam, Presiden Soeharto menyelenggarakan jamuan makan malam yang dihadiri Wakil Presiden Adam Malik, Menko Polkam M. Panggabean, Menhankam Jendral M. Jusuf serta Sekjen Asean Dt Ali bin Abdullah dan para Dubes negara Asean.

Sederhana tapi Akrab

Jendral Prem dan rombongan yang seluruhnya berjumlah 16 orang, di antaranya 5 wartawan, tiba di Jakarta pukul 15.30 WIB, Jumat sore kemarin dengan menumpang pesawat Thai – Airlines.

Di lapangan terbang internasional Halim Perdanakusumah, Jeridral Prem disambut oleh Presiden Soeharto. Hujan yang turun dengan lebat sebelum kedatangan tamu negara menyebabkan upacara penyambutan oleh Presiden terpaksa dilakukan dalam ruang tunggu penerbangan dalam negeri. Di tangga pesawat tamu negara dijemput oleh Ditjen Protokol dan Konsuler Deplu, Joop Ave.

Mengenakan baju adat Thai "Chud Pra Raschtan" (King’s Shirt) berwarna coklat muda dengan kombinasi celana coklat pula, Jenderal Prem Tinsulanonda tampak sederhana dan tenang.

Setelah mendapat kalungan bunga anggrek berwarna ungu dari dua pelajar, Perdana Menteri Prem kemudian diperkenalkan Presiden Soeharto kepada Wakil Presiden Adam Malik, disusul Menko Polkam M. Panggabean, Menhankam/Pangab Jendral M. Jusuf, Assisten lntel Hankam Letjen Benny Murdhani dan beberapa pejabat tinggi lainnya serta para Dubes Asean di Jakarta.

Upacara penyambutan tampaknya sederhana dan akrab. Selain Menlu Siddhi, anggota rombongan resmi adalah Kepala Staf Angkatan Bersenjata Muangthai Jendral Saiyud Kerdphol, Dubes Muangthai di Indonesia, Chuay Kannawat, Sekretaris Perdana Menteri Kolonel Chamlong Srimuang. Dirjen Politik Kementerian Luar negeri Kasem S. Kasemsri, Penasehat PM Kolonel Chupong Mattavaphun dan Sekretaris Menlu, Sakthip Krairiksh.

Jamuan Makan Malam

Sebelum diadakan pembicaraan semalam, Presiden Soeharto dan rekannya Prem Tinsulanonda beramah tamah di ”Ruang Jepara” Istana Merdeka dan kemudian saling menukar tanda kenangan. Kepada tamunya, Kepala Negara menyerahkan buku "30 Year’s Indonesian Independence" (Tiga puluh Tahun Kemerdekaan Indonesia) dan buku "Istana Presiden Indonesia" serta sebuah penyekat dinding berukiran Hanoman Prabu Rawana dan Surat Kalimasada.

Sedangkan Kepada Presiden Soeharto, Perdana Menteri Prem menyerahkan sebuah kaki lilin perak bertangan lima. Perdana Menteri Prem tampak sangat memperhatikan bangunan gedung Istana Merdeka beserta hiasan-hiasan yang ada di dalamnya.

Kepada Presiden Soeharto ia sempat mengatakan "gedung ini tua tapi kelihatan masih bagus sekali."

Setelah diadakan pembicaraan Presiden Soeharto di Istana Merdeka semalam mengadakan jamuan makan malam untuk rekannya Prem Tinsulanonda dan rombongan. Kedua Kepala Negara mengangkat "toast" bersama.

Dari pihak lndonesia yang ikut dalam jamuan makan malam yang juga dihadiri oleh Wakil Presiden Adam Malik itu antara lain Menlu Mochtar Kusumaatmadja, Mensesneg Sudharmono, Joop Ave, Dirjen Politik Deplu, Anwar Sani, Asisten Intel Hankam Letjen Benny Murdhani, Sekretaris Militer Presiden Marsekal Madya Kardono, Dubes Indonesia untuk Muangthai Hasnan Habib serta para Dubes Asean di Jakarta.

Hidangan sop jamur, nasi putih, otak-otak Palembang, sambel goreng, tahu pong serta cendol diiringi musik gamelan dengan epos Ramayana mewarnai acara jamuan makan malam tersebut.

Perdana Menteri Prem dan rombongan, Sabtu sore iniakan meninggalkan Jakarta kembali ke negerinya. Kunjungannya ke Manila dari Jakarta dikabarkan dibatalkan dan direncanakan baru akan dilakukan bulan Mei nanti. (DTS)

Jakarta, Kompas

Sumber: KOMPAS (26/04/1980)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 576-578.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.