SITI HARDIYANTI RUKMANA

SITI HARDIYANTI RUKMANA

 

 

Hongkong, Kompas

HONGKONG bukan hanya tempat belanja tetapi juga untuk mempromosi negeri. Sejak hari Jum’at (12/10) sampai nanti 18 November, di sana diadakan Festival Indonesia dengan penyelenggara Yayasan Bhakti Nusantara Indah dan Ny. Siti Hardiyanti Hukmana (41), selaku pimpinan yayasan, ikut datang. Sambutan media massa setempat berbunyi, Charming, but don task about politics, judul tulisan enam kolom di koran South China Morning Post (13/10).

“Kerja sosial mempakan pekerjaan yang saya gemari,” jawab Mbak Tutut tangkas. “Itu bukan saja tugas pemerintah. Itu juga tugas kami selaku warga masyarakat. Sebab kerja sosial harus bisa dilakukan oleh semua orang dari segala macam tingkatan.” Tentang generasi muda dia berpendapat, “Anak-anak harus bisa didisiplinkan dan diajar saling mencintai. Tapi hal itu memang tak bisa dilakukan cepat, orang tua harus bisa memberi contoh.” Begitu tutur ibu yang punya dua anak lelaki usia 17 dan 13 tahun serta seorang anak perempuan berusia 15 tahun ini.

Puteri sulung Kepala Negara ini mengaku dulunya pernah bercita­cita jadi insinyur. “Waktu itu saya sudah ikut kuliah di fakultas teknik sebuah universitas di Jakarta. Namun faktor kesehatan memaksa saya hams meninggalkan bangku kuliah.” Walau begitu ternyata minatnya pada bidang tersebut tetap terwujudkan. Paling tidak karena kini dia malah bisa mengumpulkan puluhan insinyur pembangun jalan layang, dalam biro kontraktor yang dipimpinnya.

Tulis Jill McGivering, wartawati SCMP, “Jabatan tangannya menunjukkan rasa percaya diri. Tata kramanya sopan, menarik dan hangat. Tawanya lepas, setiap kali mendengar pertanyaan menarik.” Apa hobi Anda? “Makan!” jawab Mbak Tutut sambil tersenyum. Betapa sibuknya, makan selalu bisa saya nikmati. Kalau harus giat bekerja saya memerlukan energi begitu banyak, maka saya perlu makan untuk menggantikan kehilangan energi tadi.

 

 

Sumber : KOMPAS(18/10/1990)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XII (1990), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 583-584.

 

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.