SISWONO : SAWAH BERGAMBUT TAK BOLEH UNTUK PETANI KAYA

SISWONO : SAWAH BERGAMBUT TAK BOLEH UNTUK PETANI KAYA[1]

 

Jakarta, Antara

Pemerintah pusat mengingatkan semua pemda yang ingin mengirimkan transmigan ke Kalteng guna mengolah lahan gambut agar tidak mengirim petani kaya yang sudah memiliki sawah.

“Kami mengharapkan pemda melakukan seleksi ketat agar pengalaman pada berbagai proyek PIR dimana yang menjadi petaninya adalah orang yang sudah kaya, tidak terulang.” kata Mentrans dan PPH Siswono Yudohusodo di Istana Merdeka, Jumat.

Siswono menemui Presiden Soeharto untuk melaporkan perkembangan penanganan pencetakan sawah di atas lahan gambut sejuta hektare. Dari lahan gambut itu, bisa diperoleh sawah baru sekitar 630.000 ha.

Ia mengatakan pada proyek-proyek PIR yang dahulu, banyak petani yang sudah memiliki sawah berusaha memiliki lahan baru pada proyek itu.

Selain itu ada juga orang yang menjadi peserta program transmigrasi hanya untuk memperoleh jatah selama satu tahun. Setelah jatah makanan itu habis, mereka meninggalkan proyeknya.

Siswono menjelaskan pekan mendatang akan dikirim sekitar 50 KK ke Kalteng, bulan Januari 1.000 KK, Februari 2.000 KK sehingga secara bertahap jumlahnya akan mencapai 316.000 KK.

Khusus mengenai penduduk Kalteng sendiri, mereka pada umumnya adalah perambah hutan, peladang berpindah serta petani miskin.

Ketika mengomentari laporan itu, Presiden mengatakan para petani pada areal gambut itu harus siap menggunakan traktor atau melakukan mekanisasi karena sejak semula memang proyek initidak akan menggunakan cara-cara tradisional lagi.

Menurut Siswono, di daerah itu, ada pengusaha-pengusaha yang siap menyewakan traktor kepada para petani dengan sistem pembayaran yang disebut “yamen” yaitu dibayar setelah panen selesai.

“Karena areal sawah disana bisa rnencapai 630.000 ha maka pasti akan banyak perusahaan yang menyewakan traktor. Jika sudah mampu, maka petani bisa memiliki traktor sendiri.” kata Siswono.

Sumber : ANTARA (04/10/1996)

_____________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 773-774.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.