SISWONO DEPTRANS SUSUN STRATEGI UNTUK MEMBANGUN PULAU-PULAU KECIL

SISWONO DEPTRANS SUSUN STRATEGI UNTUK MEMBANGUN PULAU-PULAU KECIL[1]

 

Padang, Antara

Menteri Transmigrasi dan Pemukiman Perambah Rutan, Siswono Yudohusodo menjelaskan Departemen Transmigrasi telah menyusun strategi untuk pengembangan pulau-pulau kecil di Indonesia.

Ketika memberikan pengarahan di hadapan peserta seminar nasional pulau-pulau kecil, terpencil dan strategis di Bukittinggi, Senen.

Ia menjelaskan, konsep pembangunan pulau pulau kecil tersebut dengan menambah penduduk, memasukan modal dan tekhnologi usaha yang sesuai.

Ia mencontohkan pembangunan di Pulau Natuna melalui sektor perkebunan sebagai komoditas andalan, Kepulauan Benjina di Maluku Tenggara dengan usaha perikanan laut, Pulau Burung di Riau dengan kelapa hybrida dan nenas serta mempersiapkan diri membangun Pulau Enggano dengan perkebunan, perikanan dan petemakan.

Selain itu, katanya, dirancang pembangunan Pulau Simeulue dengan komoditas perkebunan dan perikanan, Pulau Sipora di Mentawai sedang dikembangkan melalui petemakan sapi pedaging peranakan Onggol.

“Kita akan bangun seluruh pulau-pulau kecil terutama di kawasan rawan dan kaya akan ikan atau potensi lain yang berorientasi agribisnis dan agroindustri yang luas.” kata Menteri dan menambahkan pembangunan transmigrasi nelayan modem juga perlu dilaksanakan.

Ia menjelaskan, sesuai perhitungan kasar Departemen Transmigrasi para transmigran yang melaksanakan usaha nelayan modem dengan melibatkan para usahawan jauh lebih baik dari pada pola pertanian pangan.

Dalam kaitannya menanggulangi kemiskinan, menurut Siswono, transmigran pola nelayan ini sangat penting artinya dalam menyalurkan nelayan-nelayan miskin di pantai utara Pulau Jawa yang sudah overfished.

Menurut dia, dengan telah dibentuk Dewan Kelautan Nasional (DKN) yang diketuai Presiden Soeharto potensi kelautan harus terus digali dan ditingkatkan.

“Pembangunan sektor kelautan secara langsung akan mengangkat lapisan yang secara ekonomis tergabung ke dalam salah satu kelompok paling lemah.” katanya.

Ia menjelaskan dalam menggali potensi laut tidak bisa terpisah dari pulau-pulau kecil karena pulau itulah basis terdekatnya dan dalam membangun pulau kecil memerlukan biaya yang besar karena secara geografis pulau kecil terpencil.

Menurut dia, keadaan pulau-pulau kecil saat ini adalah banyak yang belum berpenduduk, letaknya menjolok ke perbatasan, sosial budayanya acap kali didominasi budaya negara tetangga dan secara ekonomis kurang memiliki akses dan persembunyian kapal asing.

Sumber : ANTARA (24/03/1997)

______________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 289-290.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.