SISTEM BAPAK ANGKAT DI BIDANG KERAJINAN AGAR DIPERLUAS

SISTEM BAPAK ANGKAT DI BIDANG KERAJINAN AGAR DIPERLUAS

 

Jakarta, Angkatan Bersenjata

PRESIDEN Soeharto mengharapkan agar hubungan Bapak Angkat dan Anak Angkat di bidang industri kecil dan kerajinan rakyat yang sudah dirintis selama ini bisa lebih dimasyarakatkan dan diperluas.

Sehingga kerjasama yang baik antara pengusaha yang kuat dengan para pengrajin dapat lebih memberi manfaat kepada kedua pihak. khususnya para pengrajin yang membutuhkan bantuan.

Petunjuk tersebut dikemukakan Kepala Negara ketika menerima pameran Kerajinan Indonesia yang diketuai Ny Herdijanti Indra Rukmana di Bina Graha, Selasa Siang.

Ny Herdijanti Rukmana yang didampingi Ditjen Industri Kecil dan Kerajinan Rakyat Ir. Trisura kepada pers seusai diterima Presiden mengatakan bahwa dalam pameran yang akan berlangsung di Balai Sidang Senayan tanggal 26 hingga 2 Juni mendatang itu akan ditampilkan berbagai hasil kerajinan dari seluruh Indonesia yang mempunyai potensi untuk pasaran ekspor.

Dalam pameran yang akan dibuka oleh Presiden Soeharto itujuga diikutsertakan para pengrajin yang telah mempunyai Bapak Angkat maupun yang belum. Sehingga melalui pameran itu diharapkan mereka yang belum mempunyai Bapak Angkat akan memperolehnya dari para pengunjung.

Khususnya para pengusaha swasta maupun BUMN yang merasa terpanggil untuk membantu para pengrajin ini mengembangkan usahanya.

Menjawab pertanyaan pers, Dirjen Trisura mengatakan bahwa umumnya para pengrajin ini membutuhkan bantuan pemasaran terhadap hasil-hasil kerajinannya. Disamping itu juga menyangkut soal keterampilan manajemen kualitas hasil kerajinan dan sebagainya.

Kepada para Bapak Angkat, Presiden juga mengharapkan agar dapat membantu Anak Angkatnya sebaik mungkin sehingga mereka mampu sendiri dan tidak selamanya menjadi Anak Angkat.

Tentang hasil kerajinan rakyat dari para pengrajin yang telah mempunyai Bapak Angkat tersebut, menurut Ny. Herdijanti Rukmana cukup bisa dibanggakan dan memenuhi persyaratan untuk ekspor.

Demikian pula hasil kerajinan rakyat yang belum mempunyai Bapak Angkat. Dan justru melalui pameran ini diharapkan akan ada Bapak Angkat yang bersedia membantu dan membina mereka, khususnya dalam membantu pemasarannya. sehingga usahanya bisa berkembang lebih besar.

Pasaran ekspor untuk barang-barang kerajinan ini, menurut Dirjen masih terbuka luas dan tidak ada pembatasan berupa kuota. Demikian pula mengenai masalah harganya.

Melalui pameran yang diselenggarakan Yayasan Tiara Indonesia ini, juga diharapkan bisa diciptakan hubungan yang harmonis antara industri kerajinan yang modern dan tradisional. Sehingga bisa dicegah terjadinya kesenjangan antara kedua sektor tersebut.

 

 

Sumber : ANGKATAN BERSENJATA (27/09/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 367-368.

 

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.