SINGAPURA : ASEAN SOAL ATASI KELESUAN EKONOMI

SINGAPURA : ASEAN SOAL ATASI KELESUAN EKONOMI

 

 

Singapura berpendapat, negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) harus bekerjasama lebih erat dan luas lagi untuk bisa mengatasi kelesuan ekonomi bersama, serta menjadikan kawasan ini benar-benar damai.

Dutabesar Singapura untuk Indonesia Barry Desker menyampaikan pendapat itu pada “ANTARA” Medan, Rabu, serta mengulangi “hanya dengan kerjasamalah negara-negara ASEAN bisa keluar dari kesulitan ekonomi”.

Ia, yang disertai pembantu utama serta Konsul Singapura di Medan Davy Devaraj, juga menyingkapkan, peningkatan kerjasama itu pulalah yang dibahas secara mendalam oleh Presiden Soeharto – Perdana Menteri Lee Kuan Yew, dalam pertemuan empat mata tidak resmi di Singapura, awal bulan ini.

Kerjasama antar negara ASEAN, katanya, selama ini sudah baik, tetapi sebetulnya masih bisa dikembangkan ke dalam bidang-bidang yang lebih luas.

Selain kerjasama antar negara ASEAN, kerjasama dengan luar ASEAN pun masih sangat mungkin diperluas hanya dengan satu jaminan, kawasan ini harus tetap stabil untuk menciptakan rasa aman bagi penanam modal.

Barry Desker berada di Propinsi Aceh dan Sumatera Utara pekan ini, untuk menjajagi kemungkinan peningkatan kerjasama ekonomi secara menyeluruh, baik di bidang perdagangan, pariwisata, penanaman modal, maupun “ekspor jasa pelayanan”.

Di kedua propinsi, yang sepuluh tahun terakhir ia lukiskan mengalami “kemajuan sangat pesat”, Dutabesar menemui pejabat-pejabat tinggi yang menangani penanaman modal, karena sejumlah penanam modal negeri pulau itu, “sangat berminat menanam modal di daerah Indonesia terdekat”.

Ia menguraikan, modal Singapura sebenarnya banyak mengalir ke Indonesia selama ini, tetapi karena sistim perpajakan negara yang ketat dan tinggi, modal itu keluar melalui kantor-kantor cabang perusahaan di Hongkong.

Ia menjelaskan, suatu missi beranggotakan kira-kira sepuluh orang, akan berkunjung ke Sumatera Utara dan Aceh, untuk menjajagi kemungkikan penanaman modal.

Missi akan dipimpin langsung Dirjen Badan Pembangunan dan Perdagangan Singapura, Ridzan Dzatin.

Ada sejumlah usaha yang mungkin menarik bagi penanam modal Singapura, di antaranya perikanan, peternakan, pertanian sayur dan buah.

Sumatera Utara sendiri, merupakan penyuplai sayur Singapura, dan bahkan sebelum konfrontasi tahun 1960, menguasai pasar.

Tetapi karena hubungan kedua negara memburuk, ekspor-pun terhenti dan baru aktip kembali setelah normalisasi, saat negara pulau itu sudah mulai berkebun di Malaysia serta mendatangkan sayur dari Taiwan, Thailand dan Australia. Negara­-negara pengekspor itulah saingan Indonesia dewasa ini. (RA)

 

 

Medan, Antara

Sumber : ANTARA (18/02/1987)

 

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IX (1987), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 390-391.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.