SETIAP GERAK PEMBANGUNAN ADALAH UNTUK PERBAIKAN HIDUP

SETIAP GERAK PEMBANGUNAN ADALAH UNTUK PERBAIKAN HIDUP

Presiden Soeharto mengatakan, setiap gerak bangunan adalah untuk perbaikan hidup dan kesejahteraan rakyat.

Kepala Negara mengatakan ini, Rabu pagi, ketika meresmikan bendungan dan irigasi Batujai di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hal itu ditunjukkan Kepala Negara kepada berbagai upaya pembangunan yang dilaksanakan secara nasional selama satu setengah dasawarsa terakhir, seperti pembangunan di bidang kesehatan, pendidikan, pertanian, perhubungan, industri dan sebagainya.

Khusus mengenai pembangunan besar2an bidang industri dengan dukungan pertanian yang kokoh, Presiden menggambarkannya sebagai usaha mewujudkan tekad yang sejak semula ada dalam hati kita, ialah "membangun dengan kekuatan sendiri, dengan memanfaatkan segala sumber alam yang kita miliki".

Memangjalan yang kita tempuh akan panjang, kata Presiden. Tetapi selain ini kita telah banyak melangkah dalam perjalanan kita yang panjang itu dan ditekankan, bahwa pembangunan adalah gerak yang tidak ada habis2nya dari perbaikan demi perbaikan.

Dapat Panen Duakali Setahun

Presiden dan Ibu Tien Soeharto serta rombongan bertolak dengan pesawat Pelita F-28 dari lapangan terbang Ngurah Rai Bali Pukul 07.55 WIB setelan menginap semalam di Pertamina Cottages Denpasar, tiba di Mataram pukul 09.00 WIB dan bersama Gubernur NTB Gatot Suherman dan Muspida langsung menuju proyek bendungan Batujai, 27 kilometer sebelah Timur kota Mataram.

Rombongan antara lain Mensesneg Sudharmono dan Menteri Pertanian Sudarsono Hadisaputro.

Dalam laporannya, pimpinan proyek bendungan Batujai, Ir.Hardjono melaporkan bahwa proyek yang diresmikan Kepala Negara itu dibangun dengan biaya Rp 10,7 milyar yang untuk tahap pertama ini mampu mengairi 700 hektar sawah, tetapi nantinya setelah selesai secara keseluruhan mampu mengairi persawahan 3.500 hektar.

Proyek ini mengendalikan dan memanfaatkan air Kali Panujak yang meluap-luap di musim hujan, kemudian disimpan untuk mengairi sawah pada musim kemarau. Bendungan ini juga menghasilkan listrik 150 KWH.

Presiden Soeharto sendiri berharap, dengan selesai proyek Batujai ini sawah tadah hujan yang selama ini sangat umum di NTB dapat dijadikan sawah dengan pengairan yang baik, sehingga para petani di daerah ini dapat panen dua kali setahun.

Dengan demikian penghasilan mereka akan dapat ditingkatkan, yang berarti peningkatan kesejahteraan mereka pula.

Di samping itu, kita juga akan terus membangun proyek2 irigasi lainnya, seperti perbaikan irigasi Jurang sate, proyek pengembangan air tanah, saluran suplisi untuk irigasi Regung dan seterusnya.

Tetapi Presiden juga mengingatkan, bahwa hanya dengan irigasi saja, produksi pertanian belum dapat ditingkatkan secara maksimal. Sebab produksi pertanian baru akan dapat kita tingkatkan lagi secara maksimal jika para petani kita telah mampu melaksanakan intensifikasi pertanian secara lengkap.

Sedangkan irigasi hanya salah satu dari usaha intensifikasi tersebut. Unsur2 lainnya ialah perlu penggunaan bibit unggul, pupuk, obat2an hama, dan cara2 bertanam yang tepat, sebagai dikenal dengan nama Panca Usaha.

Harapkan Keikhlasan

Presiden menyampaikan terimakasih kepada para penduduk setempat yang telah bersedia melepaskan tanahnya untuk proyek tersebut, serta mengharapkan para penduduk yang belum dibebaskan tanahnya dan yang nanti tanahnya akan tergenang, Kepala Negara mengatakan

"saya mengharapkan keikhlasan saudara2 untuk menyerahkan tanah2 tersebut".

Dikatakan, pemerintah akan memberikan ganti rugi atas tanah itu secara wajar, bahkan bagi mereka yang bersedia akan diatur transmigrasi ke daerah lainnya di Tanah air.

Khusus kepada petani yang memanfaatkan irigasi proyek itu, diminta bekerja sama dengan para petugas sehingga bermanfaat besar dan terpelihara lestari.

Peresmian itu ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti. Selanjutnya, lbu Tien memberi bingkisan hadiah kepada para ahli waris karyawan yang gugur dalam pembangunan bendungan Batujai.

Pemberian hadiah kepada KUD/Kontak Tani yang berprestasi baik dilakukan oleh Presiden, sedangkan hadiah untuk Kontak Tani Wanita yang berprestasi disampaikan oleh Ibu Tien, yang juga menaburkan bibit ikan di bendungan tersebut.

Presiden dan rombongan, Rabu sore, tiba kembali di Jakarta setelah melakukan kunjungan kerja di Jatim dan NTB. (RA)

Mataram, Antara

Sumber : ANTARA (28/04/1982)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku VI (1981-1982), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 1112-1113.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.