SERUAN PRESIDEN SOEHARTO AGAR PARA DUBES

SERUAN PRESIDEN SOEHARTO AGAR PARA DUBES MENJALANKAN DIPLOMASI PERJUANGAN SANGAT TEPAT

Seman Presiden Soeharto kepada para Duta Besar Indonesia yang bertugas di luar negeri agar mereka menjalankan "diplomasi perjuangan" disambut di DPR sebagai hal yang sangat tepat.

Sayuti Melik dari Fraksi Karya Pembangunan, H.M. Amin Iskandar dan Fraksi Persatuan Pembangunan dan Drs. T.A.M, Simatupang dan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia yang dihubungi Antara Rabu siang, menyatakan mendukung sepenuhnya seruan Presiden kepada Dubes Indonesia tersebut dan menganggap sebagai hal yang sangat tepat sekali

Seman Kepala Negara itu dikemukakan hari Selasa di Istana Negara, ketika melantik dan mengambil sumpah lima duta besar luar biasa dan berkuasa penuh RI yang baru.

Sayuti Melik dalam hubungan ini menyatakan, seruan Presiden Soeharto tersebut yang tidak hanya ditujukan kepada para dubes yang baru dilantik itu, akan tetapi juga kepada seluruh diplomat Indonesia yang bertugas di luar negeri mulai dan Dubesnya sampai kepada pembantu2nya yang terbawah yang perlu mendapat perhatian sepenuhnya.

Seman itu, katanya, harus dianggap sebagai instruksi Kepala Negara, agar diplomat Indonesia di luar negeri benar2 mendasarkan tugas mereka kepada kepentingan nasional kita.

Sungguh tepat jika Presiden mengatakan, jika para dubes dan seluruh diplomat Indonesia di luar negeri itu tidak hanya sekedar melaksanakan diplomasi rutin, melainkan diplomasi perjuangan.

"Diplomasi perjuangan bukanlah sikap gagah2an atau radikal-radikalan, melainkan menunjukkan keuletan dan kelincahan dalam memperjuangkan aspirasi, cita2 dan kepentingan nasional. Hal ini harus diperhatikan sungguh2 oleh diplomat kita", kata Sayuti Melik.

Presiden telah menggariskan enam patokan yang harus dilakukan dan diyakini oleh para dubes dan seluruh diplomat kita di luar negeri seperti yang disiarkan secara luas oleh pers dan ini perlu dicamkan dan dihayati kata2nya.

Ia menilai, seruan Presiden Soeharto itu sebagai hal yang benar2 keluar dari lubuk hati nurani beliau, karena kecintaannya kepada Bangsa dan Negara Republik Indonesia ini, demikian Sayuti Melik.

Merupakan Tugas Yang Harus Dilaksanakan

H. M. Amin Iskandar yang duduk dalam Komisi I (Hankam dan Luar Negeri) DPR itu menyatakan, apa yang telah dikemukakan oleh Presiden Soeharto tersebut sudah merupakan tugas yang seharusnya dilaksanakan oleh para dubes dan diplomat2 Indonesia di luar negeri berdasarkan prinsip2 politik luar negeri dalam UUD Negara kita.

Meskipun demikian, katanya, rupanya Kepala Negara kita memandang perlu mengemukakan hal itu dengan sungguh2 agar benar2 diperhatikan dan dihayati para dubes dan diplomat kita.

Kesungguhan yang dikemukakan dari lubuk hati nurani Presiden itu, kata Amin Iskandar, hendaknya benar2 dapat dilaksanakan dengan penuh kesungguhan.

Ia juga menyatakan, seruan Presiden tidak berarti hanya untuk lima dubes yang baru dilantik itu saja, akan tetapi juga kepada seluruh diplomat Indonesia yang bertugas di luar negeri tanpa terkecuali, mengingat pula perwakilan2 Indonesia di luar negeri itu adalah alat/pelopor perjuangan Indonesia di dunia internasional.

Untuk inilah, katanya, diperlukan perobahan drastis dari cara bekerja yang berdasarkan rutin melulu seperti yang dikemukakan Presiden, akan tetapi lebih menjurus kepada segi ideal dan hasilnya.

Amin Iskandar menegaskan, sesungguhnya keberhasilan seorang dubes dan diplomat Indonesia di posnya di luar negeri itu adalah dapat melaksanakan secara baik apa yang telah digariskan oleh Kepala Negara yang sungguh sangat tepat yang tentunya sudah harus diketahui oleh mereka itu semuanya.

Mencakup Pekerjaan Yang Luas

Drs. T.A.M. Simatupang, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Fraksi PDI, menyatakan, seruan yang sangat tepat dari Presiden Soeharto itu memberikan harapan kepada kita semua, bahwa para dubes dan seluruh diplomat Indonesia di luar negeri akan benar2 melaksanakan diplomasi perjuangan itu.

Kalau Presiden memerlukan mengemukakan seruannya itu, kata Simatupang, tentu beliau merasa kurang puas terhadap cara2 kerja petwakilan2 Indonesia di luar negeri selama ini dan hendaknya hal ini merupakan cambuk.

Ia mengingatkan, kedutaan2 besar/perwakilan2 Indonesia di luar negeri adalah juga bekerja mempromosikan negara danbangsa Indonesia di luar negeri dalam segala aspeknya.

Apalagi dalam rangka pelaksanaan Repelita ketiga nanti di mana usaha2 pembangunan kita semakin meningkat, maka tugas2 yang dilaksanakan oleh kedutaan2 besar/perwakilan kita di luar negeri juga semakin meningkat, katanya.

Drs. T.A.M. Simatupang mengingatkan pula, pada hakekatnya ruang lingkup pekerjaan kedutaan2 besar/perwakilan2 Indonesia di luar negeri sangat luas yang memerlukan koordinasi dari semua Departemen di Jakarta. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (14/09/1978)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 718-720.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.