SENYUM LEBAR DAN BAJU BATIK MENYAMBUT KEMAJUAN ASIA PASIFIK

SENYUM LEBAR DAN BAJU BATIK MENYAMBUT KEMAJUAN ASIA PASIFIK[1]

 

lstana Bogor, Antara

Diiringi hawa sejuk karena hujan subuh hari yang meninggalkan sisa tanah basah, Selasa, pada pukul 09.33 WIB, ke-18 pemimpin ekonomi Asia Pasifik mulai berfoto bersama dengan senyum Iebar di atas baju batik mereka yang berwarna kalem.

Selama foto bersama pertemuan para pemimpin ekonomi APEC (AELM) di serambi belakang Istana Bogor itu, mereka tampak cerah dan melambai-lambaikan tangannya, yang didahului teriakan beberapa wartawan asing kepada pemimpin ekonominya masing-masing agar mereka mengangkat tangannya.

PM Malaysia Mahathir Mohamad dengan gayanya yang khas tampak mendahului para pemimpin lainnya dengan mulai melambaikan tangannya. Ketika para pemimpin sama-sama kompak mengangkat tangan itulah ratusan fotografer dengan lensa-lensa yang saling bersaing panjangnya dan dengan suara berisik mengambil gambar. Kilatan lampu kilat dan suara desis kamera susul menyusul terdengar.

Kebanyakan para wartawan meski berpakaian rapi dan berdasi, toh tiada bisa bersembunyi dari kelembaban tinggi khas negeri tropik. Hampir seluruh wartawan basah bajunya karena berkeringat, selain karena mereka baru saja berlari cepat sehabis menyaksikan dan mengambil gambar penyambutan para tamu di bagian depan Istana Bogor. Para pemimpin ekonomi di sepanjang garis pantai Asia Pasifik, yang mengenakan baju batik kelas satu rancangan Iwan Tirta yang berwarna nuantif antara coklat muda sampai coklat tua itu, berdiri menyamping satu sama lain di atas panggung memanjang di serambi belakang Istana Bogor yang dilapisi karpet berwarna merah menyala.

Pada bagian depan panggung tersebut terdapat ratusan pucuk bunga dan tanarnan yang berwarna menyejukkan seperti merah muda, kuning muda dan hijau muda.

Seusai foto bersama selama sekitar lima menit itu, para pemimpin ekonomi tersebut memasuki sesi pembicaraan informal pertama yang akan berlangsung sampai dengan saat istirahat makan siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Sekitar setengah jam sebelumnya, PM Australia Paul Keating merupakan pemimpin ekonomi pertama yang tiba di halaman depan Istana Bogor pada pukul 09.02 WIB dan disambut dengan senyum ramah tuan rumah Presiden Soeharto.

Secara alfabetis berturut-turut sesudah Keating, Presiden Soeharto selaku Ketua APEC menyambut PM Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah, PM Kanada Joseph-Jacques Jean Chretien, Presiden Cile Eduardo Frei Ruiz-Tagle, Presiden China Jiang Zernin dan Menteri Keuangan Hong Kong Sir Hamish MacLeod.

Sesudahnya adalah PM Jepang Tomiichi Murayama, Presiden Korea Selatan Kim Young-sam, PM Malaysia Mahathir Mohamad, Presiden Meksiko Carlos Sali­ nas de Gortari, PM Selandia Baru Jim Bolger, PM Papua Nugini Sir Julius Chan dan Presiden Filipina Fidel V Ramos.

Bersamaan dengan sedikit mencerahnya matahari di atas kota Bogor, tiba berturut­ turut PM Singapura Goh Chok Tong, PM Thailand Chuan Leekpai dan Ketua Dewan Perencanaan Ekonorni dan Pembangunan Taiwan Vincent C. Siew. Presiden AS Bill Clinton,yang sesungguhnya bernama asli William J. Clinton,tiba sedikit terlambat, yakni dengan interval waktu delapan menit sejak Siew tiba. Sekalipun masing-masing disebut dalam jabatan kenegaraannya, sesungguhnya mereka hadir sebagai pemimpin ekonomi negara-negara tersebut. Baju batiknya pun melambangkan sifat informal dari pertemuan itu. Kedatangan mereka di Bogor dengan menggunakan iringan kendaraan tanpa bendera itupun menunjukkan bahwa pembicaraan yang mereka lakukan itupun sifatnya informal.

Sementara para pemimpin APEC melakukan pembicaraan di dalam Istana, para wartawan menunggu di Press Room yang tersedia aneka makanan dan minuman gratis. Para wartawan dalam dan luar negeri itu, juga dihibur penyanyi Renny Purwonegoro dan Bob Tutupoli yang menyajikan lagu-lagu Indonesia dan Barat dengan iringan musik. Pada kesempatan itu, Ketua Panitia Penyelenggara APEC, Moerdiono tertarik pula untuk memeriahkan acara wartawan tersebut. Sambil bergurau Mensesneg yang dikenal akrab dengan pers itu mengatakan ‘Tahukah anda kenapa saya ke sini ‘yang kemudian dijawabnya sendiri ‘karena di dalam pusing.’ Sejumlah masyarakat Bogor tampak mengelu-elukan para pemimpin APEC di sekitar Istana Bogor. (T-PU17/EU02/B/PU01/15/ 11/94 11:18/Jkt001/ru2/)

Sumber:ANTARA (15/ 11/ 1994)

_____________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVI (1994), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal 439-441.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.