SENTUL SIAP SELENGGARAKAN KEJUARAAN DUNIA GRAND PRIX

SENTUL SIAP SELENGGARAKAN KEJUARAAN DUNIA GRAND PRIX[1]

 

Jakarta, Antara

Segala persiapan menyangkut penyelenggaraan seri ke-11 kejuaraan dunia balap sepeda motor Marlboro Indonesian Grand Prix’97 kini telah rampung dan sirkuit Sentul mendapat kehormatan kedua kalinya menyelenggarakan event dunia itu pada 28 September.

“Lintasan sirkuit yang pernah mengalami kerusakan kini telah mulus kembali dan sudah memenuhi persyaratan Federasi Motor Internasional (FIM) dan segi penyelenggaraan seperti pengamanan pembalap dan penonton kini sudah beres.” kata Dirktur Utama sirkuit Sentul Rio Sarwono, Selasa.

Puluhan pembalap kelas dunia akan mengadu keterampilan dalam nomor 125 cc, 250 dan puncaknya 500 cc. Dalam 125cc, antara lain akan tampil Tomomi Manako dari tim Honda Jepang, Jorge Martinez dari tim Aprilia Spanyol dan dalam 250 cc termasuk Massimillano Biaggi dari Honda Italia.

Juara dunia tiga kali Michael Doohan dari tim Honda yang pekan lalu menjuarai Grand Prix Katalonia, Spanyol memimpin dalam kelas bergengsi 500 cc. Alex Crivilla dan Luca Cadalora dari Spanyol akan menjadi saingan berat Doohan pada seri kesebelas itu.

Selasa pekan depan seluruh pembalap asing itu sudah akan tiba di Indonesia, sementara dari pihak tuan rumah tercatat tim Yamaha Marlboro Indonesia juga akan berpartisipasi.

Sementara itu segi pengamanan dari kejuaraan yang menurut rencana juga akan dihadiri Presiden Soeharto dan Wakil Presiden Try Soetrisno dan sejumlah menteri kabinet Pembangunan VI itu, telah disiapkan secara mantap, termasuk pengaturan arus lalu-lintas agar tidak terjadi kemacetan dijalan tol Jagorawi seperti tahun lalu.

Pejabat yang bertugas mengamankan arus lalu lintas Letkol Pol. Herman Koto dari Direktorat Lalulintas Polri mengatakan, pihaknya telah berusaha maksimal agar pengamanan bisa berjalan lancar.

“Kami mengadakan empat macam pengamanan termasuk untuk umum, rute lalu­lintas, pengamanan di lingkungan sirkuit dan pengamanan Very Very Important Person (VVIP).” katanya.

Tidak kurang dari 500 petugas dari berbagai angkatan termasuk Angkatan Darat dikerahkan untuk mengamankan event dunia itu.

Untuk para penonton yang harus membeli karcis Rp.100.000 (tribun) atau Rp20.000 (festival) itu, panitia menyediakan 50 bus yang akan mengangkut mereka dari berbagai terminal seperti blok M, Senayan (Parkir Timur), Grogol, Rawamangun, Kampung Melayu, Monas, Kampung Rambutan, Kelapa Gading, Barangsiang Bogor, Hotel Hilton dan Kartika Chandra.

“Seluruh 10.000 karcis tribun VIP dengan harga Rp 1 juta per lembar, kini sudah terjual habis, sedangkan untuk kelompok penon ton dari organisasi disediakan tarif khusus.” tambah Presdir Sirkuit Sentul Tinton Soeprapto, yang didampingi bagian promosi Yenny Rahman.

Sumber : ANTARA (29/09/1997)

________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 592-593.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.