Semoga Tabah Menghadapi Cobaan

Malang, 25 Juni 1998

Kepada

Yth. Bapak H. M. Soeharto

Pimpinan Yayasan Dharmais

Jl. Cendana 8 Menteng

Jakarta Pusat

 

SEMOGA TABAH MENGHADAPI

COBAAN [1]

 

Dengan hormat,

Dengan ini kami memberanikan diri mengirimkan surat kepada Bapak Soeharto. Pertama-tama kami ingin mengucapkan Selamat Ulang Tahun, semoga Tuhan selalu memberikan kekuatan serta ke-tabahan kepada Bapak dalam menghadapi cobaan yang berat dan semoga Bapak senantiasa dilindungi serta diberikan kesehatan dan panjang umur.

Sebagai mantan prajurit TNI-AL, kami pernah bertugas bersama­-sama dengan Bapak pada tahun 1964 di Makasar. Bapak Jenderal Soeharto sebagai Panglima Mandala.

Sebagai man tan bawahan Bapak di dalam tugas Operasi, tentunya kami pribadi sudah mengenal Bapak Soeharto dari dekat. Pada waktu itu kami bersama-sama dengan Bapak Kolonel Andi Yusuf dalam melaksanakan tugas Operasi. Sekarang ini kami ikut prihatin atas kejadian yang Bapak alami. Semoga Bapak tabah. Seandainya kami masih dinas aktif, kami siap menerima perintah Bapak seperti waktu kami menerima perintah dari Bapak beberapa puluh tahun yang lalu.

Prajurit Sapta Marga siap untuk membela serta menjunjung tinggi kehormatan Pimpinan, walaupun saat ini kami sudah purna rasanya kami masih bersifat prajurit, siap untuk membela kebenaran. Perlu kami laporkan, bahwa kami purna bakti sejak tahun 1992, dan anak-­anak kami sebagian masih ada yang kuliah di Perguruan Tinggi Swasta.

Sebagai Pumawirawan ABRI dengan pangkat Sersan Mayor kami sangat prihatin dengan keadaan negara seperti sekarang ini. Kebutuhan hidup sangat sulit. Uang pensiun tidak dapat kami pergunakan sesuai kebutuhan. Akhirnya anak-anak kami harus berhenti dari bangku sekolah. Selepas dari Dinas TNI-AL, kami mencoba untuk wiraswasta jual sayur mayur guna mencukupi kebutuhan hidup dan menyekolahkan anak-anak kami di Perguruan Tinggi, dengan harapan kelak anak kami dapat hidup lebih baik. Namun situasi membuat cita-cita anak kami jadi kandas.

Sebenarnya usaha sayur mayur kami cukup baik, karena kami melayani banyak langganan/hotel. Tetapi kami sangat kesulitan sarana angkutan kendaraan Pick Up dan dana. Inilah Pak, salah satu contoh penderitaan seorang Purnawirawan/mantan Prajurit. sulit untuk hidup di tengah-tengah masyarakat yang sedang bergejolak.

Semoga Bapak Soeharto berkenan ikut merasakan penderitaan kami para purnawirawan dan semoga kita semua dapat tabah menghadapi semua ini. (DTS)

Terima kasih.

Hormat kami,

Ignatius Waluyo

Malang – Jawa Timur

[1]     Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 1013-1014. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto menyatakan berhenti dari kursi kepresidenan. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.