Semoga Tabah dan Kuat Hati

Jakarta, 10 Juni 1998

Kepada

Yth. Bapak H.M. Soeharto

di Jl. Cendana No.6

Jakarta Pusat

SEMOGA TABAH DAN KUAT HATI [1]

Dengan hormat,

Sebelumnya mohon maaf yang sebesar-besarnya atas kelancangan saya menulis surat ke hadapan Bapak yang terhormat. Saya Merry, pengemudi taksi yang telah menggeluti profesi selama 7 tahun. Saya tidak mengerti soal politik, saya orang bodoh. Bapak, saya dari dulu penggemar (simpatisan) Bapak. Saya mengatakan ini tidak ada maksud apa-apa, ini saya katakan sejujur-jujumya dari hati saya yang paling dalam.

Saya dari usia + 14 tahun sampai sekarang usia 44 tahun, sangat mengagumi keluarga Bapak. Dulu saya sering mengirimkan surat kepada Bapak, sering sekali. Tapi tidak pernah mendapat jawaban (balasan). Saya waktu itu sangat sedih. Tapi saya maklumi Bapak sebagai kepala negara sangat sibuk. Saya berpikir dan yakin pasti sewaktu-waktu impian saya menjadi kenyataan, sampai saya niat kalau Bapak sudah tidak menjadi presiden saya akan mengirim surat lagi! Pasti surat saya akan dibaca dan dibalas, karena kesibukan Bapak sudah berkurang.

Sudilah kiranya Bapak membalas surat saya ini. Suatu kebanggaan apabila Bapak mau membalasnya. Puas rasanya yang bertahun-tahun saya impikan akhirnya menjadi kenyataan.

Bapak H.M. Soeharto yang saya hormati,

Saya mengucapkan selamat ulang tahun pada bulan Juni ini, semoga Bapak selalu sehat wal afiat dan dalam lindugan-Nya dan diberi umur panjang. Amin. Bapak semoga Bapak dan putra-putri serta cucu-cucu tabah dan kuat hatinya dalam menghadapi suasana negara sekarang ini. (DTS)

Merry Nurdin,

Jakarta Timur

[1]       Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 135. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto mengundurkan diri. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.