SEMANGAT MEMBANGUN HARUS DIHIDUP-HIDUPKAN

SEMANGAT MEMBANGUN HARUS DIHIDUP-HIDUPKAN

Jakarta, Business News

Presiden Soeharto menegaskan, semangat untuk terus membangun harus kita hidup-hidupkan, lebih-lebih dalam menghadapi tahun-tahun yang sulit ini. Penegasan Kepala Negara diutarakan sewaktu meresmikan beberapa proyek di Propinsi Jawa Tengah.

Proyek-proyek yang diresmikan tersebut adalah Bendungan Serbaguna Wadaslintang, Jalan Tol Semarang, serta Proyek PIR (Perusahaan Inti Rakyat) Temak Persusuan, Sabtu lalu yang peresmiannya dipusatkan di Wadaslintang-Kabupaten Wonosobo.

Walaupun tidak secepat tahun-tahun yang terdahulu, pembangunan memang sedang berjalan di mana-mana, kata Kepala Negara. Ada pembangunan yang besar­ besar, ada pembangunan yang berukuran sedang-sedang, serta tidak terbilang banyaknya pembangunan yang kecil-kecil.

Ada kegiatan pembangunan yang di laksanakan oleh negara, ada yang dilaksanakan badan-badan usaha milik negara, dan tidak sedikit jumlahnya kegiatan pembangunan yang dilakukan kekuatan-kekuatan ekonomi dalam masyarakat kita sendiri.

30.000 Ha Terairi

Dengan selesainya pembangunan bendungan Wadaslinrang dan jaringan irigasinya maka tanah seluas 30.000 hektar lebih yang terletak di Kabupaten Kebumen dan Kabupaten Putworejo akan dapat diairi secara teratur. Ini berarti belasan ribu keluarga petani di daerah tersebut akan dapat meningkatkan penghasilannya, meningkatkan mutu kehidupannya dan meningkatkan harkat serta martabatnya.

Selain itu dengan selesainya pembangunan bendungan serbaguna Wadaslintang, menurut Presiden, banjir yang dahulu selalu mengancam daerah sekitar waduk inidapat kita tundukkan.

Lahan seluas 4.000 hektar yang selama ini tidak produktif karena digenangi air dapat didayagunakan. Bendungan ini juga akan menghasilkan tenaga listrik yang tidak sedikit, yang akan dapat makin menggerakkan pabrik-pabrik dan industri, yang akan menerangi kota-kota dan desa-desa serta rumah-rumah kita.

PIR Ternak

Dengan berkembangnya PIR Temak Persusuan maka penghasilan para petani peternak yang menjadi peternak plasma akan dapat diperbaiki dan produksi susu daerah ini akan dapat ditingkatkan. Perbaikan penghasilan petani itu sangat penting karena kaum tani merupakan lapisan terbesar masyarakat kita. Pembangunan kita akan berhasil jika penghasilan lapisan terbesar masyarakat itu bertambah baik.

Presiden Soeharto menandaskan, kita perlu terus meningkatkan produksi susu dalam rangka memperbaiki mutu gizi makanan rakyat yang sangat penting untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Masyarakat yang bertambah sehat juga merupakan salah satu ukuran keberhasilan pembangunan. Namun dalam PIR Ternak Persusuan ini masih ada yang lebih penting lagi, yaitu makin berkembangnya kerjasama antara sektor swasta dengan sektor koperasi dalam menumbuhkan kehidupan perekonomian kita.

PIR Ternak Persusuan ini merupakan hasil kerjasama antara petani peternak yang tergabung dalam koperasi dengan swasta. Usaha yang demikian ini sesuai dengan amanat UUD kita, yang menggalakkan bahwa perekonomian harus disusun sebagai usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan. Dan bangun perusahaan yang sesuai dengan itu adalah koperasi.

Koperasi Masih Lemah

Dalam melanjutkan pembangunan di tahun-tahun yang akan datang kita harus dengan sungguh-sungguh mengembangkan koperasi. “Kita harus berani mengakui bahwa sampai saat ini kehidupan koperasi itu masih lemah,” tandas Kepala Negara. Padahal UUD memberi petunjuk agar koperasi menjadi salah satu soko guru perekonomian nasional kita.

“Karena itu saya ajak seluruh bangsa kita untuk mengembangkan koperasi dalam tahun-tahun yang akan datang ini agar koperasi benar-benar dapat menjadi landasan yang kukuh bagi pembangunan perekonomian kita. Hal ini mutlak. Sebab, jika kita gagal menjadikan koperasi sebagai salah satu soko guru perekonomian nasional kita maka tahap tinggal landas yang kita harapkan dapat kita lakukan mulai Repelita VI nanti akan terasa kurang mantap,” tandasnya.

“Karena itu, dari tempat ini,saya serukan agar kita semua memberikan perhatian yang lebih besar lagi kepada gerakan koperasi dalam rangka membangun ekonomi nasional yang berdasarkan asas kekeluargaan, yang diamanatkan oleh pasal 33 Undang-Undang Dasar,” tambah Presiden.

Jalan Tol

Dengan selesainya pembangunan Jalan Tol Semarang, kita akan dapat mengatasi kemacetan-kemacetan lalu lintas di kota Semarang. Dengan demikian kegiatan ekonomi di daerah Jawa Tengah dan daerah Istimewa Yogyakarta yang terpusat di Semarang dapat diperlancar, ungkapnya. Jalan Tol yang diresmikan tersebut yakni antara Tugu-Jatingaleh.

Pada awal pidatonya Kepala Negara mengemukakan, pembangunan kita dewasa ini memang sedang mengalami ujian dan tantangan yang berat terutama karena berbagai perkembangan ekonomi dunia yang tidak menguntungkan pembangunan kita.

Akan tetapi sebagai bangsa pejuang, yang memandang pembangunan nasional kita juga sebagai perjuangan besar, maka kita tidak akan berkecil hati menghadapi tantangan dan hambatan apa pun yang menghadang di hadapan kita.

Dengan semangat tinggi, dengan sikap realistis yang kita padukan dengan idealisme, dengan bekerja keras bahu-membahu di antara kita semua, kita percaya bahwa kita akan dapat mengatasi semua ujian dan menundukkan semua tantangan.

Jakarta, BUSINESS NEWS

Sumber : BUSINESS NEWS (15/02/1988)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku X (1988), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 262-265.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.