SEMANGAT DAN KEYAKINAN ULAMA JAMINAN YANG MEMBESARKAN HATI

Presiden Soeharto:

SEMANGAT DAN KEYAKINAN ULAMA JAMINAN YANG MEMBESARKAN HATI [1]

 

Jakarta, Pelita

Presiden Soeharto di depan para peserta Raker Majelis Ulama di Istana Negara kemarin mengatakan, semangat dan keyakinan para Ulama merupakan jaminan yang benar2 membesarkan hati untuk terus menjalankan pembangunan.

“Kita tetap menyadari, pembangunan adalah kewajiban negara dan kewajiban agama”, kata Presiden.

Dengan terbentuknya Majelis Ulama yang baru berusia setahun, Presiden Soeharto bersyukur kehadirat Allah SWT karena harapan2 kita untuk mewujudkan pembangunan serta kewajiban memelihara dan meningkatkan persatuan dan kerukunan hidup antar ummat beragama telah terbuka.

Diingatkannya kembali bahwa Majelis Ulama diharapkan bisa berperan sebagai penterjemah yang menyampaikan fikiran2 dan kegiatan2 pembangunan nasional dan pembangunan daerah kepada masyarakat.

Kepala Negara melihat peranan sebagai penggerak pembangunan bukan hal baru bagi Ulama Indonesia, akan tetapi peranan itu perlu lagi lebih ditingkatkan terutama dalam menyebar luaskan tujuan dan usaha pembangunan kepada seluruh lapisan masyarakat. “Sebaliknya tidak ragu2 memberikan pertimbangan2 terutama mengenai kehidupan beragama kepada masyarakat dan pemerintah”, katanya.

Dalam tugas pembangunan sekarang ini Presiden Soeharto menunjuk adanya tantangan2 nyata yang kita hadapi di Indonesia al. bagaimana mencukupi kebutuhan pangan, sandang, lapangan kerja, pendidikan, perumahan, pembangunan desa dan sebagainya.

Ajakan

Presiden menegaskan, agar para Ulama memberikan bahan2 pertimbangan yang perlu bagi kelancaran pelaksanaan program pembangunan yang sedang berjalan.

Diakuinya bahwa dalam pelaksanaan pembangunan tidak mustahil dijumpai hal­hal di luar perhitungan angka dan perkiraan akal. Dengan mengemukakan contoh bencana2 alam di Irian Jaya dari Bali; Kepala Negara memandang agar kita sebagai ummat beragama lebih mendekatkan diri lagi kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Pemurah.

Dalam hubungannya dengan pemilu, Presiden Soeharto mengajak agar seluruh lapisan masyarakat tidak terkecuali Ulama menunjukkan partisipasinya yang positip dalam membina suasana pemilu yang demokratis, tertib, jujur dan aman, agar setiap pemilih mempergunakan haknya secara tepat untuk memilih wakil2 rakyat yang bermutu.

Pada kesempatan itu Presiden mengulangi lagi anjurannya sekitar kerukunan hidup antar umat beragama.

Dapat ditambahkan, sebelumnya, Ketua Umum Majelis Ulama Prof. DR. Hamka menyampaikan laporan hasil2 yang dicapai Rapat Kerja pertama Majelis Ulama sejak tanggal 20 Juli yl. di Jakarta. (DTS)

Sumber: PELITA (22/07/1976)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 176-177.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.