SELESAIKAN DGN SEGERA KELUHAN TRANSMIGRAN

SELESAIKAN DGN SEGERA KELUHAN TRANSMIGRAN

Presiden Pada Sesdalopbang:

Presiden Soeharto, Selasa siang di proyek transmigrasi Rasau Jaya, Kalimantan Barat, menginstruksikan kepada Sesdalopbang (Sekretaris Pengendalian Operasionil Pembangunan) Solichin G.P, untuk dalam waktu satu minggu ini meneliti dan menyimpulkan keluhan para transmigrasi di Rasau Jaya dan melaksanakan langkah perbaikan minggu berikutnya.

Hal ini dijelaskan Solichin GP kepada wartawan Selasa siang, dipesawat terbang F-28 Pangkalan Brandau, yang membawa kembali Presiden dan rombongan ke Jakarta, setelah selesai mengadakan kunjungan kerja selama dua hari di Kalimantan Barat. Instruksi Kepala Negara tsb diberikannya setelah memperoleh laporan langsung dari para transmigran, yang berasal dari Jatim, Jateng, DKI Jaya dan Jabar, melalui dialog langsung dengan mereka di Rasau Jaya.

Presiden Soeharto memerintahkan penyelesaian segera masalah tsb terutama setelah mendengar sendiri laporan dari transmigran bemama Sudrajat yang berasal dari Jawa Barat.

Sudrajat yang termasuk salah satu di antara 145 KK yang menempati desa unit IV, Pinang Luar blok A proyek Rasau Jaya, dengan suara lantang menyampaikan keluhannya kepada bapak yang merupakan Pemerintah Tertinggi.

Sekitar 10.000 transmigran yang berkumpul untuk menyambut kedatangan Kepala Negara di kantor proyek Rasau Jaya, bertepuk tangan dan bersorak2 ketika Sudrajat berceritera bagaimana ia merasa “nasibnya kelabakan”. Hal itu disebabkan setelah ia mengikuti anjuran untuk bersabar, ia dua kali berusaha menanam padi ”tetapi hasilnya nol”.

Sudrajat mengatakan, kini di Pinang Luar hanya tinggal125 KK saja karena 20 KK sudah lari mencari pekerjaan di luar atau bahkan pulang ke kampungnya di Jawa Barat.

“Sebab mereka berpendapat satu tumbak tanah di Jawa Barat lebih baik dari satu hektar di Rasau Jaya”, katanya dengan suara emosionil. Dikatakan, isteri dan anak yang ditinggalkan suaminya untuk mencari pekerjaan di luar Rasau Jaya, ada yang “makan pagi, sore tidak”. Pernyataan Sudrajat tsb. mendapat sambutan riuh dari transmigran lainnya.

Dio Ngabang

Dari Rasau Jaya, Presiden dan rombongan dengan menumpang helikopter menuju Ngabang, untuk mengadakan peninjauan sebagian proyek jalan raya yang sedang dibuat di Kalimantan Barat, atas bantuan dan kerjasama dengan Australia. Turut serta dalam rombongan Presiden, Dubes Australia untuk RI, Tom Critchley.

Pada kesempatan peninjauan ke “Kalimantan Indonesian – Australian Roads Project” (KIARP), Kepala Negara telah menyaksikan demonstrasi pengaspalan jalan dengan teknik modern.

Dalam laporannya, Manajer Proyek Australia Jack Bonyface mengatakan bahwa 95% dari seluruh tenaga kerja proyek tsb.- sekitar 1200 orang- terdiri dari orang2 Kalimantan Barat. Dikatakan mereka telah dilatih dalam proyek tsb. untuk bekerja sebagai operator2, pengemudi truk, mekanik, surveyor dsb-nya.

Pelaksana proyek dari pihak Indonesia adalah Direktorat Jendral Jalan Raya (Bina Marga) Dep. PU sedangkan dari pihak Australia ialah Biro Bantuan Pembangunan Australia. Biro Bantuan tsb di wakili oleh agennya, Snowy Mountains Engineering Corporation (SMEC).

Untuk pembangunanjalan raya tsb, yang direncanakan seluruhnya panjang 712 km, Australia menyumbangkan dana bemilai A$ 40 juta (atau sekitar 18,88 milyar) yang diberikan mulai tahun 1974/1975 untuk jangka waktu delapan tahun termasuk di dalamnya bantuan staf ahli, peralatan dan kendaraan, bea siswa dan latihan kerja di Australia dll. Indonesia mengeluarkan dana sebesar A$ 26,7 juta (RP. 12,6 milyar) untuk proyek tsb termasuk tenaga kerja, pengadaan listrik, bahan bangunan, pembayaran semua pajak dll.

Saat ini sudah 219 km yang diselesaikan termasuk pembangunan 13 buah jembatan dan penggarapan lokasi untuk 13 buah jembatan lainnya.

Kelanjutan proyek menjelang akhir 1977 telah ditinjau kembali dan dalam laporan bulan Februari 1978, disarankan agar proyek pembangunan jalan itu dilengkapi dengan sektor lainnya. Dalam rangka ini sekarang telah mulai dijajagi kemungkinan didirikannya sebuah proyek listrik tenaga air dan pembicaraan mengenai proyek lain juga sedang berlangsung antara pemerintah Indonesia dan Australia.

Demikian antara lain siaran pers dari Kantor Penerangan Australia (KPA) yang diedarkan di Pontianak , Selasa siang. (DTS)

Pontianak, Antara

Sumber: ANTARA (25/10/1978)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 747-748.

 

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.