SEKJEN KONI MINTA MASYARAKAT PENONTON TERTIB

SEKJEN KONI MINTA MASYARAKAT PENONTON TERTIB[1]

 

Jakarta, Antara

Sekjen KONI Pusat Rudolf S Warouw mengimbau masyarakat yang akan menonton pertandingan selama SEA Games XIX berlangsung untuk dapat tertib dan tidak mengganggu jalannya pertandingan.

Imbauan itu disampaikan Rudolf S Warouw di Gedung KONI Pusat, Selasa, sehubungan dengan adanya kadang-kadang penonton yang melempar botol air ke petugas saat berlangsungnya pertandingan sepakbola.

Sepakbola dipertandingkan sebelum acara SEA Games XIX berlangsung dari tanggal 11 hingga 19 Oktober yang akan dibuka resmi oleh Presiden Soeharto.

“Siapapun saya kira tidak ada yang menghendaki hal tersebut terjadi.” ujar Waraouw yang didampingi Ketua Penerangan dan Komunikasi Ishadi SK serta Ketua Bidang Usaha dan Promosi Engartiasto Lukito.

Menurut Warouw, kini tinggal bagaimana mengkondisikan masyarakat dengan tidak mengurangi semangat untuk mendukung para atletnya, tetapi juga menjaga tata tertib.

“Alangkah malunya kita bila menyaksikan petugas dilempari botol dan hal itu tidak perlu terjadi.” ujarnya.

Untuk itu, kata Waraow kita perlu introspeksi diri, namun demikian perlu juga dilakukan langkah-langkah agar sukses penyelenggaraan SEA Games XIX seperti yang diamanatkan oleh Presiden Soeharto dapat tercapai.

Dikatakannya sebagai penyelenggara SEA Games XIX, Indonesia harus dapat menyukseskan mulai dari tamu datang hingga seluruh pelaksanaan pertandingan berjalan dengan “fair play”, tertib dan tidak mengurangi semangat serta kemeriahan dari penyelenggaraan.

Karcis Bebas

Mengenai karcis bebas, menurut Warouw, masih tetap berlaku, namun belajar dari pengalaman pertama, untuk itu perlu dilakukan langkah-langkah.

OC SEA Games XIX, ujar Warouw minta bantuan kepada seluruh media massa agar masyarakat yang ingin menonton pertandingan agar dapat mematuhi petunjuk­-petunjuk dari petugas.

Dikatakannya ada petunjuk tempat dimana masyarakat bisa menyaksikan pertandingan antara tim sepakbola Indonesia dan Vietnam yang akan berlangsung sore hari.

Menurut Warouw, panitia juga harus menyediakan tempat untuk para atlet dan ofisial serta suporter dari negara sahabat. Untuk itu ada aturan-aturan khusus bagi mereka, sedangkan bagi penonton bebas menonton dimana saja.

“Saya kira akan ada petunjuk khusus untuk karcis VIP, dari petugas dilapangan, dan saya mohon kepada masyarakat untuk dapat mematuhi aturan dan peraturan tersebut.” ujarnya menambahkan dengan cara itu maka pelaksanaan pertandingan bisa tertib.

Dikatakannya itu baru pada pertandingan sepakbola, bagaimana dengan pertandingan lainnya seperti pada pertandingan voli, tinju, bulutangkis atau pertandingan lainnya.

Bagaimanapun kita harus menyediakan tempat bagi atlet serta ofisial dan suporter dari negara lain, ujarnya dan ini perlu diketahui masyarakat pentonon.

“Saya yakin kalau mereka tahu dan mereka mengerti tentang situasi venue, saya yakin akan mengurangi hal-hal yang tidak kita inginkan.” demikian Waraouw.

Sekjen KONI Pusat juga mengingatkan hal penting lainnya yang perlu diwaspadai yaitu tentang upacara pembukaan yang akan dihadiri sekitar 100 ribu penonton.

“Bila 100 ribu penonton menggunakan bis yang dapat menampung 50 orang, akan ada 2.000 bus, dimana parkirnya, sedangkan parkir Timur hanya dapat menampung sekitar 500-800 bus.” Untuk itu, ujarnya semua agar dapat memenuhi aturan.

“Bayangkan bila datangnya tidak tertib bagaimana jadinya, ujarnya menambahkan namun semuanya sudah diantisipasi oleh penyelenggara dengan menerapkan K3I yaitu Kendali Komunikasi Komando dan Informasi.” demikian Rudolf S Warouw.

Sumber : ANTARA (20/10/1997)

__________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 606-607.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.