SEGERA DILUNCURKAN, LOKOMOTIF BUATAN INDONESIA

SEGERA DILUNCURKAN, LOKOMOTIF BUATAN INDONESIA[1]

 

Jakarta, Antara

Presiden Soeharto 17 Desember 1996 direncanakan akan meluncurkan lokomotif produksi perdana Indonesia di Stasiun Gambir Jakarta, sekaligus melakukan ekspor lokomotif perdana ke Filipina.

Hal itu dikemukakan Wakil Ketua BPIS Giri Suseno Hadihardjono yang didampingi Direktur PT. GE Lokomotif Indonesia (GE Lokindo) Michael D Popielec, Dirut PT. INKA Istantoro, Presiden GE Indonesia Stuart Dean, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

“Pada acara serah-terima itu selain Presiden Soeharto, akan hadir pula Menristek BJ Habibie dan Menhub Haryanto Dhanutirto.” kata Giri.

Lokomotif buatan Indonesia pertama yang dinamakan U20C itu nantinya akan diserahterimakan kepada Perumka. Sementara lokomotif yang akan diekspor ke Filipina akan diserahkan kepada International Container Terminal Service Inc, sebuah perusahaan dari Filipina.

Lokomotif U20C  memiliki  kekuatan  2.150 PK dan kecepatan  maksimal   120 kilometer  per jam,   atau  kemampuan  yang  hampir  sama  dengan  lokomotif  yang  merupakan dampak dari berbagai persetujuan baik persetujuan bilateral maupun multilateral yang dibuat dengan negara-negara lain serta dari perkembangan dunia di sekitar kita. Semuanya itu mempengaruhi kehidupan kita serta kehidupan masyarakat dan bangsa kita.

Kekuatan-kekuatan nasional barn telah giat dalam bidang ekonomi, politik, sosial budaya maupun pertahanan-keamanan. Dalam banyak hal mereka bahkan lebih terdidik, lebih terlatih dan lebih profesional dari Angkatan 45. Semangat kebangsaan mereka cukup kukuh, walau pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kondisi globalisasi dewasa ini.

Karenanya kita merasa yakin bahwa momentum perjuangan nasional kita akan dapat terpelihara dalam waktu sepanjang ke masa depan. Namun perlu disadari, abad ke-21 segera akan dimasuki mempunyai banyak perbedaan dengan ke-20 yang akan ditinggalkan. Bagaimana wujudnya yang masih belurn tampak jelas, ujar Soeharto.

Masih banyak pembenahan yang harus dilakukan untuk mengambil manfaat sebaik-baiknya dari perkembangan masa datang. Juga masih banyak pembenahan yang harus dilakukan agar tatanan baru yang akan terbentuk nanti tidak membuat kerugian yang besar terhadap bidang-bidang yang kita biayai sepenuhnya siap. Untuk itu kita terus mendorong agar masyarakat kita menjadi masyarakat yang lebih terbuka.

Sumber : BUSSINES NEWS (11/12/1996)

__________________________________________________________________
[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku XVIII (1996), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 754-755.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.