SEDERHANA, PERINGATAN SETAHUN WAFATNYA IBU TIEN

SEDERHANA, PERINGATAN SETAHUN WAFATNYA IBU TIEN[1]

 

Solo, Republika

BERDASAR perhitungan kalender Jawa, Selasa ini (15/4) tepat setahun (Jawa : mendhak sepisan) meninggalnya Ny. Hajjah Fatimah Siti Hartinah Soeharto. Kali ini peringatan akan dilakukan di dua tempat, yaitu di Cendana Jakarta danSolo, Republika di Ndalem Kalitan, Solo.

Namun berbeda dengan peringatan sebelumnya : tujuh, empat puluh, dan seratus hari yang melibatkan ribuan santri pembaca tahlil, dalam peringatan di Ndalem Kalitan, acara akan dilakukan lebih sederhana. Menurut rencana, panitia hanya mengundang 1.000 santri pembaca tahlil dari menyebar 500 undangan.

“Pariwara hanya mengundang warga sekitar Ndalem Kalitan, serta beberapa pejabat, tokoh masyarakat, dan ulama.” kata Drs. Handartono, seksi Humas panitia pelaksana peringatan satu tahun wafatnya Hajjah Fatimah Siti Hartinah Soeharto, kemarin.

Peringatan kali ini, kata Handartono, hanya berintikan tahlilan oleh para santri Solo yang dikoordinasi petugas Departemen Agama Kodya Surakarta.

Kesibukan panitia di Ndalem Kalitan sudah tampak sejak beberapa hari terakhir. Meski demikian, hanya beberapa tenda yang didirikan di sekitar komplek rumah orang tua almarhumah.

“Karena acara berlangsung sederhana, panitia cukup memanfaatkan Dalem Ageng (pendopo).” kata Handartono.

Atas nama panitia, Handartono kemudian mengajak khalayak memanjatkan doa bagi almarhumah. Namun dia mengimbau masyarakat tak perlu berbondong-bondong menuju Ndalem Kalitan.

“Cukup dilakukan di rumah, masjid, mushola di lingkungan masing-masing.” katanya.

Sedangkan Wakil Kepala Rumah Tangga Ndalem Kalitan KRMH Sriyanto Sumanto mengucapkan terima kasih pada warga yang mendoakan almarhumah.

“Kami minta maaf, tidak bisa menampung keinginan warga untuk datang ke sini. Ini karena keterbatasan tempat.” katanya.

Dalam upacara mendhak sepisan ini, Presiden Soeharto bersama keluarga akan hadir di Solo. Rombongan dijadwalkan tiba Rabu (16/4), melalui Bandara Adisumarmo.

Pak Harto kemudian akan berziarah ke Astana Giribangun, Matesih, Karanganyar, tempat Ibu Tien dimakamkan. Selain Pak Harto dan keluarga, akan ikut berziarah beberapa menteri. Karena itulah sepanjang Selasa dan Rabu (15/16) Makam Giribangun ditutup untuk umum.

Sriyanto dan Handartono tak tahu persis siapa saja keluarga Pak Harto yang akan hadir. Namun Sriyanto menerima informasi bahwa Hutomo Mandala Putra (Tommy) akan ikut nyekar (ziarah) ke Giribangun bersama calon istrinya, Ray Ardhia Prameswari Rigita Cahyani (Tata).

Sumber : REPUBLIKA (15/04/1997)

____________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 679-680.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.