SEBAGIAN JALUR JALAN SUDAH DIBUKA : ABRI DAN MAHASISWA JOGET BERSAMA

SEBAGIAN JALUR JALAN SUDAH DIBUKA : ABRI DAN MAHASISWA JOGET BERSAMA[1]

 

Jakarta, Jumat, Merdeka

Walaupun secara resmi salah satu tuntutan mahasiswa mengenai pengunduran diri Soeharto sebagai Presiden RI sudah terlaksana, tetapi kawasan Monas masih dijaga ekstra ketat.

Meski begitu, beberapa jalur yang sebelumnya diblokir dengan balok berduri, kemarin sudah mulai dibuka. Misalnya din Kebon Sirih, Jl. Jaksa, Jl. Sabang, Jl. Abdul Muis, sebagian Jl. Pejambon, Jl. Harmoni arah Jl. Gajah Mada, sebagian Jl. Veteran dan jalan-jalan lingkungan di sekitarnya.

Sementara jalan strategis menuju kawasan Monas masih ditutup dengan balok berduri. Seperti di ujung utara Jl. Thamrin, ujung timur Jl. Budi Kemuliaan, ujung barat Jl. Medan Merdeka Utara, ujung timur Medan Merdeka Utara, tiap-tiap gerbang Medan Merdeka dan ujung jalan Pejambon.

Demikian juga dengan pasukan dari Kostrad, Kopassus dan Marinir serta Kepolisian masih tetap berjaga-jaga dengan senjata lengkap, termasuk blokade dengan menggunakan panser, tank dan truk serta kendaraan jenis berat lainnya.

Jalur kendaraan umum yang biasa melewati jalur lingkar Monas, masih tetap dialihkan ke jalur lain. Misalnya bus Blok M-Kota, Depok-Kota, Lebak Bulus-Kota, Blok M-Pasar Baru, dialihkan ke jalan Tanah Abang menuju jalan Abdul Muis dan keluar di Harmoni.

Begitu juga dengan bus Kampung Rambutan-Tanah Abang, Kampung Melayu-Tanah Abang, Senen-Tanah Abang sebagian dialihkan ke jalan Diponegoro ke arah Bundaran HI dan masuk Jl. Tanah Abang.

Para pejalan kaki yang menuju ke arah lingkar Monas, tetap tidak diperkenankan melewati jalur yang sudah diblokir tersebut.

Sementara itu, gedung DPR yang sebelumnya telah ramai semakin dipadati oleh ribuan mahasiswa dan sejumlah anggota masyarakat pro reformasi. Mereka berbondong-bondong datang ke gedung DPR untuk mengetahui perjuangan mahasiswa selanjutnya setelah mendengar pengunduran diri Soeharto sebagai Presiden RI.

Akibatnya arus lalulintas di kedua sisi kawasan Senayan menjadi macet total. Bahkan lapangan parkir di gedung dewan tak mampu menampung puluhan ribu mobil.

Senam Loreng

Yang tak kalah menariknya adalah saat sejumlah Marinir melakukan senam komando di halaman yang berumput di pojok kanan gedung DPR. Senam ini berlanjut menjadi acara joget seragam loreng. Puluhan mahasiswa yang turut menonton akhirnya turun juga ke kerumunan pasukan Marinir dan melakukan joget berpasangan dengan pasukan berbaret merah tersebut.

Warga yang menyaksikan hal itu memberi tepuk tangan sembari meneriakkan yel-yel.

“Ini namanya ABRI milik rakyat.” kata seorang ibu rumah tangga yang terlihat cukup asyik menonton atraksi kalangan Marinir.

Sumber : MERDEKA (22/05/1998)

______________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 919-921.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.