Saya Sangat Respect

Jakarta, 8 Juni 1998

Kepada

Yth. Bapak Haji M. Soeharto

di Jl. Cendana Jakarta Pusat

SAYA SANGAT RESPECT [1]

Assalamu’ alaikum wr. wb.

Semoga Allah swt, senantiasa melimpahkan rahmat dan kasih sayang serta kekuatan lahir dan bathin kepada Bapak.

Sebelumnya kami menghaturkan maaf yang sebesar-besarya apabila surat ini tidak berkenan di hati Bapak. Pada kesempatan ini pula perkenankanlah saya ikut menghaturkan Selamat Hari Ulang Tahun kepada Bapak, kami berdoa semoga Bapak tetap mendapat karunia panjang umur dan selalu dapat menambah ibadah.

Bapak H.M. Soeharto yang saya hormati,

Dalam situasi seperti ini saya ikut prihatin apabila ada pihak-pihak yang selalu memojokkan Bapak. Dengan tulus saya selalu berdoa semoga Bapak sekeluarga tabah dalam menghadapi cobaan ini dan mudah-mudahan Tuhan memberikan petunjuk kepada orang-orang tersebut. Sebagai sesama muslim saya mempunyai keyakinan bahwa Bapak selalu berserah diri kepada Allah swt dalam keadaan apapun, baik di masa bahagia dan di masa yang penuh dengan cobaan seperti ini. Saya sangat respek akan ketegaran Bapak selama ini, mudah­-mudahan Allah swt selalu memberi ketegaran tersebut khususnya di dalam memulihkan kembali kewibawaan maupun kehormatan.

Bapak H.M. Soeharto yang saya hormati,

Berdasarkan pengamatan saya pribadi sebenarnya banyak warga masyarakat yang tidak rela apabila Bapak mendapatkan cercaan dan fitnah, bahkan di antara mereka banyak yang mencela orang-orang yang tidak mau menghargai ‘jasa’ dan ‘perjuangan’ Bapak di dalam membangun Indonesia yang kita cintai ini. Saya percaya bahwa bagaimanapun situasinya saat ini. Bapak tetap mencintai bangsa ini sehingga dapat menerima kenyataan dengan arif dan bijaksana. Sebagai umat muslim kita semua dapat memetik ‘hikmah’ atas segala kejadian di sekeliling kita.

Bapak H.M. Soeharto yang arif dan bijaksana, Atas nama pribadi dan keluarga saya mendoakan agar kiranya Bapak dapat meningkatkan kearifan, kesabaran, kebijaksanaan, dan kebesaran jiwa serta ibadah khususnya di dalam menghadapi situasi yang Bapak hadapi saat ini. Mudah-mudahan Tuhan Allah swt mengabulkan doa dan memberi kekuatan lahir dan bathin kepada Bapak. Amien.

Demikian doa dan pengharapan kami, sekali lagi kami mohon maaf dan dengan tulus ikhlas kami akan selalu mendoakan Bapak. (DTS)

Wassalamu’alaikum wr. Wb.

Drs. (Cand) Adi S. Widjojo, M.B.A.

Bogor

[1]     Dikutip langsung dari dalam sebuah buku berjudul “Empati di Tengah Badai: Kumpulan Surat Kepada Pak Harto 21 Mei – 31 Desember 1998”, (Jakarta: Kharisma, 1999), hal 706-707. Surat ini merupakan salah satu dari 1074 surat  yang dikirim masyarakat Indonesia dari berbagai pelosok, bahkan luar negeri, antara tanggal 21 Mei – 31 Desember 1998, yang menyatakan simpati setelah mendengar Pak Harto menyatakan berhenti dari kursi Kepresidenan. Surat-surat tersebut dikumpulkan dan dibukukan oleh Letkol Anton Tabah.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.