“SAYA LANGSUNG POTONG AYAM TANDA SYUKURAN …” LUAPAN KEGEMBIRAAN MAHASISWA DI GEDUNG DPR/MPR PESTA REFOMASI

“SAYA LANGSUNG POTONG AYAM TANDA SYUKURAN …”

LUAPAN KEGEMBIRAAN MAHASISWA DI GEDUNG DPR/MPR PESTA REFOMASI[1]

 

Jakarta, Merdeka

KABAR pergantian Presiden RI yang diumumkan kemarin dengan cepat merebak ke seluruh lapisan masyarakat, termasuk di Jakarta.

Berbagai tingkah dan komentar masyarakat menanggapi pengunduran diri Soeharto dari Presiden. Ada yang segera memasak ayam atau nasi kuning dan mengundang tetangga, ada pula yang hanya mengucapkan syukur.

Berikut komentar dan sikap beberapa warga serta ‘wong cilik’ di Jakarta dalam menyambut Presiden pasca Soeharto.

Masak Nasi Kuning

Subagja, warga Jl. Warakas Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengaku sangat gembira mendengar pengumuman Soeharto yang menyatakan mundur dari Presiden.

Pensiunan pegawai Departemen Agama ini mengungkapkan, banyak penyimpangan-penyimpangan yang merugikan bangsa dan negara Indonesia selama 30 tahun terakhir ini.

“Sudah tiga tahun lebih saya jadi pegawai negeri. Banyak yang nggak benar telah dilakukan pemerintah, terutama korupsi.” ungkapnya berapi-api.

Ia berharap Presiden yang baru lebih baik dari Soeharto. Subagja melakukan ‘kaul’ dengan mengundang beberapa tetangganya untuk memanjatkan doa dan menyediakan nasi kuning.

Potong Ayam

Meski tidak sebesar acara yang digelar Subagja, keluarga Amin Rahmat yang tinggal di Jl. Madrasah Sukabumi Udik, Jakarta Barat, juga melakukan hal serupa. Namun acara tersebut hanya diikuti anggota keluarganya saja.

“Kita ini cuma rakyat kecil. Yang kita harapkan nanti-nantinya supaya harga-harga turun.” kata Amin yang berprofesi sebagai penjual tanaman hias.

Amin mengakui bahwa ia tidak mendengar langsung berita kemunduran Soeharto, tapi dari mulut ke mulut. Setelah membaca berita ‘heboh’ di media terbitan siang, baru dia percaya dan mengucapkan rasa syukur.

“Saya langsung potong ayam syukuran buat bini sama anak-anak. Tujuannya bukan buat yang nggak-nggak. Tapi kita ngaji, berdoa supaya besok-besok keadaannya lebih baik.” kata pria asli Jakarta ini.

Borong Bahan Pangan

Lain lagi sikap pria setengah baya, Mahmud, warga Perumahan Shangrila, Jakarta Selatan. Setelah melihat acara penyerahan jabatan Presiden yang ditayangkan langsung di televisi, pengusaha konstruksi ini segera menyuruh anak buahnya memborong beberapa bahan pangan.

Bahan pangan tersebut dipaket dalam kantong plastik lalu diberikan kepada ratusan warga baik pedagang maupun pengemis yang ditemuinya di sepanjang Jl. Raya Cileduk menuju Kebayoran Lama.

“Ini cuma tanda syukur saja. Karena sudah terlalu banyak rakyat yang mengalami kesulitan.” katanya singkat. (DP)

Sumber : MERDEKA (22/05/1998)

___________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XX (1998), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 931-932.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.