SANYOTO : LOGIS, NEGARA LAIN TAK SUKA INDONESIA MAJU

SANYOTO : LOGIS, NEGARA LAIN TAK SUKA INDONESIA MAJU[1]

 

Jakarta, Antara

Indonesia berpendapat masuk akal jika ada negara-negara tertentu yang tidak suka Indonesia maju dalam berbagai bidang termasuk sektor otomotif.

“Logis, jika ada negara yang tidak senang jika Indonesia maju.” kata Meninvest Sanyoto Sastrowardojo kepada pers setelah menemui Presiden Soeharto bersama Mensesneg Moerdiono di Istana Merdeka, Kamis.

Presiden Soeharto baru-baru ini menegaskan kekecewaan Indonesia terhadap pemerintah Jepang yang mengadukan masalah mobil nasional (mobnas) Timor kepada Panel WTO di Jenewa.

Ketika mengumumkan kekecewaan Indonesia itu, Mensesneg Moerdiono mengatakan bahwa sebenarnya tidak hanya Jepang, tetapi juga AS dan Uni Eropa yang mempertanyakan program mobnas itu.

Jika Amerika dan Uni Eropa masih tetap bersedia melakukan konsultasi dengan pemerintah Indonesia, Jepang mengadu kepada Panel WTO karena merasa tidak puas terhadap pembicaraan bilateral selama ini.

Kepala Negara juga memutuskan untuk menghentikan perundingan bilateral itu dengan Jepang.

Ketika ditanya tentang upaya mempercepat penggunaan komponen lokal bagi pembuatan mobil Timor, Sanyoto mengatakan pemerintah akan terus mendorong industri lokal pemasok komponen untuk melaksanakan tekad bangsa ini.

PT Timor Putra Nasional (TPN) sampai sekarang masih mengimpor mobil jadi (CBU) dari pabrik mobil KIA Korea Selatan. PT Timor mendapat pembebasan atas kewajiban membayar bea masuk dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPn BM). Sebagai imbalannya, PT Timor diwajibkan menggunakan komponen lokal secara bertahap mulai dari 20,40 hingga 60 persen sejak tahun 1996 hingga 1998. Di tempat yang sama, Kepala Negara juga menerima Mendikbud Wardiman Djojonegoro yang melaporkan dialihkannya tempat acara Hardiknas 2 Mei mendatang dari Bali ke Istana Negara. Acara itu dialihkan karena sedang berlangsungnya kampanye pemilu.

Sumber : ANTARA (24/04/1997)

_________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 340-341.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.