SANYOTO KERUSUHAN TAK PENGARUHI PMA

SANYOTO KERUSUHAN TAK PENGARUHI PMA[1]

 

Jakarta, Antara

Pemerintah merasa gembira kerusuhan di beberapa kota sama sekali tidak mempengaruhi minat pengusaha asing untuk menanamkan modal di Indonesia, karena selama tiga minggu pertama Januari saja telah disetujui 80 proyek PMA bernilai tidak kurang dari 3,4 miliar dolar AS.

“Kerusuhan di beberapa kota tidak berpengaruh sama sekali.” kata Meninvest Sanyoto Sastrowardojo kepada pers setelah melapor kepada Presiden Soeharto di Bina Graha, Senin, tentang perkembangan PMA dan PMDN.

Sanyoto menyebutkan ke-80 proyek PMA yang disetujui pemerintah selama tiga minggu pertama Januari mencakup berbagai sektor seperti perkayuan, angkutan, restoran, serta jasa konsultasi.

“Dari proyek-proyek bernilai 3,4 miliar dolar itu, satu di antaranya merupakan mega proyek (proyek besar, red) yaitu pembangunan refinery (penghilang minyak, red) oleh pengusaha Jepang.” kata Sanyoto. Namun ia lupa lokasi proyek perminyakan itu.

Khusus mengenai proyek Jepang itu, Sanyoto mengulangi pernyataan beberapa waktu lalu bahwa program mobil nasional (mobnas) sama sekali tidak mengurangi minat pengusaha Jepang untuk berinvestasi disini.

“Ramalan beberapa pakar bahwa investasi Jepang akan menurun akibat Program Mobnas dan berbagai kerusuhan ternyata tidak terbukti sama sekali.” katanya.

Ketika menjelaskan negara-negara penanam modal terbesar selama ini, Sanyoto menunjuk pada Jepang dengan 930 proyek bernilai 36,8 miliar dolar AS, Inggris 29,8 miliar dolar AS, Hongkong 18,6 miliar dolar AS, AS 13,2 miliar dolar AS, serta Singapura 11,8 miliar dolar AS.

Nilai PMA untuk Repelita VI diharapkan mencapai 97,7 miliar dolar AS dibandingkan dengan nilai PMA pada Pelita V sebanyak 44,1 miliar dolar AS.

Sementara itu, proyek PMDN yang disetujui pemerintah selama tiga minggu pertama bulan Januari mencapai 49 buah bernilai Rp 21 triliun, yang dibandingkan dengan seluruh PMDN yang disetujui selama tahun 96 senilai Rp 107 triliun.

“Dengan melihat angka-angka PMDN dan PMA itu, maka pemerintah optimis taget investasi bisa tercapai.” kata Sanyoto. Sampai sekarang telah disetujui 10.411 proyek PMDN bernilai Rp 498 triliun.

Sanyoto juga melaporkan kepada Kepala Negara tentang rencananya berangkat ke Davos, Swiss untuk menghadiri pertemuan tahunan World Economic Forum tanggal 30 Januari-4 Februari.

Delegasi Indonesia yang akan dipimpin Menko Prodis Hartarto itu juga akan beranggotakan Menlu Ali Alatas dan Mendikbud Wardiman Djojonegoro. Pertemuan tahunan ini diperkirakan dihadiri 1.800 peserta yang terdiri atas kepala pemerintahan dan kepala negara, menteri serta tokoh pengusaha.

Sumber : ANTARA (20/01/1997)

___________________________________________________________________

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari Buku “Presiden Ke II RI Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita.” Buku XIX (1997), Jakarta : Antara Pustaka Utama, 2008, hal 223-224.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.