SAMBUTAN ATAS PENGESAHAN KONVENSI PERDAGANGAN INTERNASIONAL MENGENAI BINATANG DAN TUMBUH2AN YANG TERANCAM KEPUNAHAN.

SAMBUTAN ATAS PENGESAHAN KONVENSI PERDAGANGAN INTERNASIONAL MENGENAI BINATANG DAN TUMBUH2AN YANG TERANCAM KEPUNAHAN.

Pengesahan oleh Presiden Soeharto terhadap konvensi internasional mengenai perlindungan terhadap binatang dan tumbuh2an yang langka dan terancam kepunahan akibat perdagangan (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) 15 Desember 1978 telah diberitahukan oleh Presiden kepada Pimpinan DPR-RI di Jakarta baru-baru ini.

Pengesahan terhadap konvensi tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 43 Tahun 1978 yang mulai berlaku 15 Desember 1978 dan agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Keputusan tersebut dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Disambut Gembira dan Melegakan

Wakil Ketua Frak:si Karya Pembangunan di DPR-RI yang juga menjabat Ketua PKKBI (Perhimpunan Kebun2 Binatang Indonesia) Harsono R.M. menyambut gembira pengesahan konvensi tersebut oleh Presiden Soeharto.

”Semua kita jelas menyambut dengan lega dan mendukung sepenuhnya keputusan Presiden itu", katanya.

la mengingatkan, Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki sumber2 potensial bagi berbagai jenis satwa dan tumbuh2an sangat terpaut dengan masalah perdagangan internasional tersebut, dimana banyak jenis2 satwa maupun tumbuh2an yang dilindungi di Indonesia, menjadi obyek perdagangan tersebut.

Apalagi, demikian Harsono R.M., petunjuk dalam GBHN jelas menyebutkan, fauna dan flora merupakan salah satu pokok pembangunan. Sedang Presiden Soeharto sendiri telah menegaskan pentingnya suaka alam diperhatikan dan dibiayai semestinya.

Usaha2 Perlindungan

la mengemukakan, dalam usaha melindungi satwa2 di Indonesia, sejak beberapa tahun belakangan ini telah dilangsungkan beberapa kali lokakarya2 Kebun Binatang dan Satwa yang langka yang sangat prinsipil sifatnya sehingga menempatkan Kebun Binatang bukan lagi hanya sebagai atribute sebuah kota saja, akan tetapi sudah menjadi "benteng terakhir” bagi perlindungan dan kelestarian alam.

Selaku Ketua PKKBI ia menyatakan keyakinannya, dalam menyongsong Pelita III mendatang ini PKKBI bersama lembaga2, grup2 remaja dan pencinta alam pada umumnya akan terus melakukan usaha pelestarian kekayaan alam Indonesia sebagai karunia Tuhan Yang Maha Esa yang telah dilimpahkan-NYA kepada nusa dan bangsa. (DTS)

Jakarta, Antara

Sumber: ANTARA (25/01/1979)

Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku "Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita", Buku V (1979-1980), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 446-447.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.