SALURKAN BANTUAN PANGAN LEWAT POSKO

PRESIDEN: SALURKAN BANTUAN PANGAN LEWAT POSKO [1]

Jakarta, Suara Karya

Presiden Soeharto menginstruksikan, agar bantuan pangan untuk masyarakat yang terkena bencana kekurangan pangan disalurkan melalui pos-pos Komando (Posko) di tempat yang mudah dicapai masyarakat, demikian Menteri Nakertranskop Soebroto dalam keterangannya menjawab pertanyaan wartawan selesai melapor kepada Presiden Soeharto di Cendana, hari Selasa.

Demikian pula, masyarakat yang mau memberikan bantuan, sebaiknya juga menyampaikannya kepada posko-posko yang terdekat dengan korban yang terkena bencana kekurangan pangan. Untuk memperlancar penyaluran bantuan agar cepat sampai di tangan rakyat yang membutuhkan, menurut Menteri, posko-posko itu tidak ditempatkan di tingkat kabupaten seperti biasanya tetapi di daerah yang dekat dan memerlukan bantuan itu. Dengan ketentuan tersebut, diharapkan penyampaian bantuan pangan bagi rakyat lebih teratur dan kemungkinan penyalahgunaan semakin kecil.

“Ya, ya, Mungkin”

Atas pertanyaan, Menteri Soebroto yang baru saja menghadap Presiden bersama Menteri PAN Soemarlin itu tidak bersedia secara terbuka membenarkan telah adanya penyelewengan dalam penyaluran bantuan pangan bagi rakyat yang tertimpa kekurangan pangan itu.

“Ya, ya mungkin. Harapan kita, hanya agar lebih cepat sampai”, kata Soebroto terputus-putus.

Dengan bantuan itu, diharapkan para petani yang tertimpa bencana kekurangan pangan tidak hanya menunggu datangnya bantuan secara pasip saja. Bantuan seperti padat karya, pinjaman dan lain2 dimaksudkan agar, setelah “pulih kekuatannya” dari kekurangan pangan dapat mulai berproduksi lagi.

Menanggapi pertanyaan wartawan yang menyebutkan adanya penyelewengan penyaluran bantuan pangan itu, Menteri Soebroto yang juga menjadi Koordinator Penanggulangan Bencana Kekurangan Pangan dan Kekeringan, tidak bersedia menjawab secara langsung.

“Kebenarannya harus dicek. Kan semua bantuan beras itu dari Dolog,” kata Soebroto. (DTS)

Sumber: SUARA KARYA (02/11/1977)

[1] Dikutip sesuai tulisan dan ejaan aslinya dari buku “Presiden RI Ke II Jenderal Besar HM Soeharto dalam Berita”, Buku IV (1976-1978), Jakarta: Antara Pustaka Utama, 2008, hal. 606.

Kenapa tidak meninggalkan komentar?

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.